100+ Soal Psikotes TNI AD AL AU + Kisi Kisi Kunci Jawaban

100+ Soal Psikotes Bintara TNI + Kisi Kisi Kunci Jawaban

Tes psikotes merupakan salah satu tahapan krusial dalam seleksi masuk TNI yang bertujuan untuk mengukur aspek psikologis, kepribadian, serta kemampuan berpikir calon prajurit. Berbeda dari tes akademik, psikotes menitikberatkan pada konsistensi logika, ketahanan emosi, kecermatan, dan kecepatan berpikir di bawah tekanan. Tes ini mencakup berbagai materi seperti logika penalaran, ketelitian, kemampuan spasial, hingga kepribadian. 

Melalui artikel ini, kami sajikan lebih dari 100 contoh soal psikotes TNI lengkap dengan kisi-kisi dan kunci jawaban untuk membantu kamu berlatih dan mengenali pola soal yang sering muncul. 

Kisi-Kisi Psikotes TNI

Kisi-Kisi Psikotes Bintara TNI

Psikotes dalam seleksi ini tidak hanya mengukur kemampuan kognitif seperti logika dan penalaran, tetapi juga mencerminkan aspek kepribadian, kestabilan emosi, hingga kecermatan dalam berpikir. Untuk membantu persiapanmu, berikut ini kami sajikan daftar kisi-kisi psikotes TNI yang sering muncul dalam seleksi penerimaan.

  • Tes Logika Aritmatika
    Mengukur kemampuan memahami pola angka dan menyelesaikan soal matematika sederhana dengan cepat dan tepat. Umumnya berupa deret atau hubungan logis antar angka.
  • Tes Logika Penalaran
    Menguji kemampuan berpikir sistematis, logis, dan menyimpulkan dari informasi yang diberikan. Soal berupa silogisme atau hubungan sebab-akibat.
  • Tes Hitung Cepat (Kraepelin/Pauli)
    Tes ini mengukur ketahanan mental, konsentrasi, dan konsistensi dalam menjumlahkan angka-angka secara cepat dan terus menerus dalam waktu lama.
  • Tes Gambar Pohon
    Peserta menggambar pohon yang dianalisis untuk menilai kestabilan emosi, kepercayaan diri, dan cara berpikir secara simbolis.
  • Tes Gambar Orang
    Menggambarkan sosok manusia utuh untuk melihat bagaimana peserta memandang diri sendiri dan orang lain, serta menilai aspek psikologis tertentu.
  • Tes Wartegg
    Tes menggambar lanjutan dari pola sederhana yang menilai kreativitas, fleksibilitas berpikir, serta dinamika emosi dan imajinasi.
  • Tes Kepribadian (EPPS & lainnya)
    Menggali karakter dasar, motivasi, dan kestabilan emosi peserta. Bertujuan untuk melihat apakah kepribadian cocok dengan lingkungan militer.
  • Tes Kemampuan Verbal
    Menilai penguasaan bahasa, seperti sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman kata. Penting untuk memahami perintah dan komunikasi.
  • Tes Roda Gila
    Mengukur ketahanan terhadap tekanan dan kemampuan menjaga fokus meski dihadapkan pada soal acak atau dinamis.
  • Tes Analogi
    Menguji kecerdasan verbal dan logika melalui hubungan antar kata atau konsep, seperti “pisau : memotong = pena : menulis”.

Soal Psikotes TNI dengan Pembahasan dan Kunci Jawabannya

Soal Psikotes Bintara TNI dengan Pembahasan dan Kunci Jawabannya

Setelah memahami kisi-kisi dan materi yang sering diujikan dalam psikotes TNI, langkah selanjutnya adalah berlatih mengerjakan soal-soal secara langsung. Di bawah ini kami sajikan kumpulan soal psikotes TNI lengkap dengan pembahasan dan kunci jawaban untuk setiap nomor. Gunakan latihan ini sebagai sarana evaluasi sekaligus peningkatan kemampuanmu.

Soal Nomor 1
Dalam operasi pengintaian, seorang perwira mengamati pola perilaku kelompok lawan selama beberapa patroli: setiap kali ada unsur pengamatan aktif dari pihak TNI, lawan selalu merespons dengan melakukan perpindahan posisi pada siklus berikutnya. Namun pada operasi terakhir, meskipun tim pengintaian melaksanakan pemantauan aktif seperti biasa, lawan tetap bertahan di posisi awal tanpa menyingkir atau berpindah ke lokasi cadangan. Dengan mempertimbangkan kebiasaan respons yang konsisten sebelumnya dan prinsip analisis intelijen yang mengutamakan hipotesis paling sederhana terlebih dahulu, kesimpulan manakah yang paling logis dan ekonomis berdasarkan data yang tersedia?

A. Lawan kehabisan sumber daya sehingga tidak mampu berpindah.
B. Lawan sengaja memasang jebakan untuk memancing kontak langsung.
C. Lawan menunggu kedatangan pasukan cadangan sebelum bergerak.
D. Lawan mengadopsi taktik baru yang tidak mudah diprediksi.
E. Lawan tidak menyadari adanya pengamatan yang dilakukan oleh tim pengintaian.

Jawaban: E
Pembahasan: Dalam analisis intelijen, prinsip Ockham (pilihan paling sederhana) dan modus tollens sering digunakan untuk menilai hipotesis. Fakta yang kuat: setiap deteksi sebelumnya selalu diikuti perpindahan; fakta baru: pengintaian dilakukan dan tidak ada perpindahan. Hipotesis paling langsung adalah bahwa satu elemen diantaranya tidak terjadi kemungkinan lawan tidak menyadari pengamatan tersebut. Hipotesis lain (kehabisan sumber daya, jebakan, menunggu cadangan, taktik baru) memerlukan asumsi tambahan atau bukti pendukung (mis. bukti suplai habis, indikasi jebakan, pengamatan pengumpulan pasukan), yang tidak disajikan dalam data. Oleh karena itu, tanpa informasi tambahan, opsi E adalah inferensi yang paling ekonomis dan logis.

Soal Nomor 2
Dalam simulasi komando batalyon, prosedur operasi standar menetapkan: apabila komandan batalyon memberikan perintah langsung operasi, maka seluruh kompi di bawahnya diwajibkan mengirim laporan progres ke pusat komando setiap 30 menit. Pada satu skenario latihan, selama periode pengamatan tidak ada satupun laporan progres yang masuk ke pusat komando. Mengingat prinsip logika deduktif (implikasi →, dan modus tollens) serta tanpa menambahkan asumsi eksternal seperti kegagalan sistem komunikasi, simpulan manakah yang paling tepat berdasarkan informasi yang diberikan?

A. Para komandan kompi sengaja menunda atau mengabaikan kewajiban pelaporan.
B. Kondisi medan atau pertempuran menghambat pelaporan rutin sehingga laporan tidak dapat dikirim.
C. Terdapat gangguan komunikasi internal di level kompi yang menyebabkan laporan gagal sampai.
D. Tidak ada perintah langsung dari komandan batalyon sehingga kewajiban laporan berkala tidak diaktifkan.
E. Data yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan sebab ketiadaan laporan.

Jawaban: D
Pembahasan: Pernyataan awal bersifat kondisional: “jika perintah langsung diberikan, maka laporan wajib dikirim setiap 30 menit.” Fakta yang teramati: laporan tidak dikirim. Dengan menggunakan prinsip modus tollens (jika P → Q, dan bukan Q, maka bukan P), penarikan inferensi yang paling logis ialah bahwa kondisi penyebab (P = perintah langsung) tidak terpenuhi. Pilihan D langsung mengikuti pola inferensial ini tanpa memasukkan asumsi tambahan seperti adanya gangguan teknis atau kelalaian personel. Opsi A, B, dan C mungkin benar dalam skenario nyata, tetapi masing-masing memerlukan bukti tambahan sedangkan soal meminta kesimpulan yang paling kuat hanya dari premis yang ada.

Soal Nomor 3
Dalam latihan ketahanan psikofisik, seorang kadet menunjukkan kemampuan stabil saat diberi tugas fisik intens: ia tetap tenang, mengikuti instruksi komando secara tepat, dan tidak mengalami penurunan kualitas pelaksanaan walau durasi tugas diperpanjang. Psikolog militer yang mengamati mempertimbangkan aspek-aspek seperti regulasi emosi, kemampuan fokus, dan kepatuhan instruksi di bawah tekanan. Dari opsi yang tersedia, karakter atau kecenderungan manakah yang paling representatif untuk deskripsi perilaku kadet tersebut?

A. Memiliki kapasitas kerja dan kestabilan emosi yang baik sehingga efektif bekerja di bawah tekanan.
B. Termotivasi namun rentan terhadap pengaruh suasana kelompok sehingga performa tidak konsisten.
C. Kurang fleksibel dan cenderung hanya mampu mengikuti prosedur baku, sulit beradaptasi.
D. Cenderung menghindari konflik dan memilih tindakan pasif ketika dihadapkan pada situasi stres.
E. Selalu membutuhkan intervensi atau arahan eksplisit agar dapat berfungsi dalam tugas.

Jawaban: A
Pembahasan: Deskripsi menunjukkan dua poin penting: (1) tidak ada penurunan performa meskipun intensitas meningkat; (2) kepatuhan pada instruksi tetap terjaga. Ini merefleksikan kemampuan regulasi diri yang baik kemampuan mengelola emosi, mempertahankan perhatian, dan mengaplikasikan prosedur di bawah kondisi tekanan yang esensial untuk tugas militer. Opsi B mengimplikasikan kerentanan terhadap mood kelompok (tidak terlihat bukti), C menyiratkan kekakuan adaptif yang bertentangan dengan kemampuan mengikuti dinamika tugas intens, D dan E jelas tidak cocok. Maka A paling mencerminkan gabungan stamina fisik-psikis dan kepatuhan yang digambarkan.

Soal Nomor 4
Seorang peserta dalam tes Wartegg menyelesaikan pola stimulus dengan menggambar struktur observasi militer: menara pengintai sederhana dengan tangga, beberapa garis grid yang rapi, dan sedikit elemen dekoratif. Goresan cenderung simetris, fungsional, dan minim improvisasi artistik. Dalam konteks interpretasi gambar proyektil seperti Wartegg yang digunakan untuk seleksi personel militer, penilaian mana yang paling sesuai untuk menggambarkan gaya berpikir dan kecenderungan kepribadian peserta ini?

A. Sangat kreatif dan cenderung mencari solusi estetik yang non-konvensional.
B. Enggan mengungkapkan aspek psikologis melalui gambar sehingga memberikan respons minimal.
C. Berpikir teknis dan terstruktur; menempatkan fungsi dan keamanan sebagai prioritas pada proses kognitif.
D. Didominasi oleh respons emosional sehingga detail teknis diabaikan.
E. Menunjukkan ketidakstabilan persepsi dan inkonsistensi dalam penilaian detail.

Jawaban: C
Pembahasan: Interpretasi Wartegg mengaitkan kualitas visual (simetri, fungsi, minim ornamen) dengan gaya kognitif. Gambar yang rapi, berorientasi utilitas, dan teknis menunjukkan pemikiran analitis, perhatian pada prosedur, dan kecenderungan untuk menilai situasi berdasarkan kegunaan praktis daripada elemen estetik atau emosional. Ini sangat sesuai untuk peran yang mengutamakan efisiensi operasional dan keselamatan. Opsi A dan D berlawanan dengan karakteristik visual yang disajikan; B dan E memerlukan bukti perilaku penarikan diri atau inkonsistensi yang tidak tampak. Oleh karena itu C adalah interpretasi paling koheren.

Soal Nomor 5
Dalam soal analogi verbal yang menguji pemahaman fungsi hierarkis, diberikan pasangan: “Pasukan : Komando = Prajurit : …”. Peserta diminta memilih kata yang paling tepat melengkapi analogi tersebut berdasarkan kaidah hubungan fungsional dalam struktur militer bukan sekadar sinonim leksikal, tetapi peran tindakan yang menghubungkan kedua kata dalam konteks operasional. Pilih jawaban yang paling tepat…

A. Senjata
B. Perintah
C. Medan
D. Laporan
E. Unit

Jawaban: B
Pembahasan: Analogi bertujuan mencari hubungan fungsional: pasukan menerima komando (sebuah bentuk arahan atau kontrol yang mengarahkan tindakan kolektif). Dengan paralel struktural, prajurit adalah individu yang menerima atau mengeksekusi perintah; perintah adalah unit tindakan yang setara pada level individu sebagaimana komando pada level kolektif. Pilihan lain (senjata, medan, laporan, unit) tidak menangkap hubungan kausal-operasional antara pemberian instruksi dan pelaksanaan tindakan oleh subjek. Oleh karena itu jawaban B mencerminkan hubungan analogis yang paling tepat dan relevan dengan fungsi hierarkis dalam konteks militer.

Soal Nomor 6
Seorang perwira menyusun laporan pola pergerakan patroli: jarak antar-checkpoint tercatat berurutan 5 km, 11 km, 23 km, 47 km. Perwira tersebut meminta Anda menafsirkan pola sehingga dapat memprediksi jarak pada checkpoint kelima. Pilih jawaban yang paling konsisten dengan pola numerik tersebut…

A. 71
B. 83
C. 89
D. 95
E. 95 + 0 = 95

Jawaban: E
Pembahasan: Jika kita cermati: 5 → 11 (5×2 + 1 = 11), 11 → 23 (11×2 + 1 = 23), 23 → 47 (23×2 + 1 = 47). Pola jelas adalah setiap suksesi adalah dua kali nilai sebelumnya ditambah satu. Maka checkpoint kelima = 47 × 2 + 1 = 94 + 1 = 95. Opsi E menyajikan 95 dalam format distractor yang mirip dengan D; nilai yang benar adalah 95 sehingga pilihan E (format teks yang sama) adalah jawaban yang diminta.

Soal Nomor 7
Intel lapangan menerima informasi berantai: (1) Jika wilayah dinyatakan aman maka patroli ditingkatkan menjadi patroli siaga; (2) Jika patroli siaga berlangsung maka laporan logistik wajib masuk lebih cepat; (3) Saat ini yang tercatat adalah laporan logistik tidak masuk lebih cepat. Dengan prinsip logika deduktif yang ketat, simpulan manakah yang paling tepat di antara pilihan berikut?

A. Wilayah pasti aman.
B. Patroli siaga tetap berlangsung meskipun laporan terlambat.
C. Tidak ada hubungan antara status wilayah dan laporan logistik.
D. Patroli siaga tidak berlangsung sehingga wilayah kemungkinan besar tidak dalam kondisi “aman”.
E. Laporan terlambat pasti disebabkan masalah komunikasi.

Jawaban: D
Pembahasan: Rantai implikasi adalah: Wilayah aman → patroli siaga → laporan cepat. Fakta akhir menunjukkan laporan tidak cepat; oleh modus tollens kita tahu bahwa premis yang menyebabkan laporan cepat tidak terpenuhi, sehingga patroli siaga tidak berlangsung. Jika patroli siaga tidak berlangsung, premis awal (“wilayah aman”) juga tidak dipenuhi. Kesimpulan paling kuat yang sesuai bukti adalah bahwa patroli siaga tidak berlangsung dan dengan demikian wilayah kemungkinan besar tidak aman jawaban D sedangkan opsi E bersifat spekulatif karena tidak ada bukti langsung tentang komunikasi.

Soal Nomor 8
Sebuah gudang logistik TNI menyimpan empat jenis suku cadang dalam rasio 6 : 4 : 3 : 2. Karena operasi, suku cadang tipe pertama berkurang 50%, tipe kedua berkurang 25%, tipe ketiga berkurang 33⅓% (sepertiga), dan tipe keempat tidak berkurang. Setelah distribusi tersebut sisa total seluruh suku cadang tercatat 240 unit. Berdasarkan informasi ini, berapa jumlah suku cadang tipe pertama sebelum distribusi?

A. 144
B. 128
C. 160
D. 132
E. 156

Jawaban: A
Pembahasan: Misalkan rasio dikalikan konstanta k, sehingga jumlah awal masing-masing adalah 6k, 4k, 3k, 2k. Setelah pengurangan: sisa tipe 1 = 50% × 6k = 3k; sisa tipe 2 = 75% × 4k = 3k; sisa tipe 3 = (1 − 1/3) × 3k = 2k; sisa tipe 4 = 100% × 2k = 2k. Total sisa = 3k + 3k + 2k + 2k = 10k. Diketahui 10k = 240, sehingga k = 24. Jumlah awal tipe pertama = 6k = 6 × 24 = 144. Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah 144 (A).

Soal Nomor 9
Komandan harus membentuk tim patroli beranggotakan 3 personel dengan aturan: minimal satu anggota dari Korps Navigasi dan minimal satu anggota dari Korps Persenjataan; tim tidak boleh seluruhnya berasal dari satu korps saja. Di pangkalan tersedia 4 personel Navigasi dan 3 personel Persenjataan. Berapa banyak susunan tim (kombinasi personel) yang memenuhi aturan tersebut?

A. C(4,3) + C(3,3)
B. C(4,2) × C(3,1)
C. C(4,1) × C(3,2) + C(4,2) × C(3,1)
D. C(7,3) − jumlah kombinasi terlarang
E. C(7,3)

Jawaban: C
Pembahasan: Karena tim harus memuat setidaknya satu personel dari masing-masing korps dan seluruh tim tidak boleh berasal dari satu korps, komposisi yang mungkin untuk tim 3 orang adalah (1 Navigasi + 2 Persenjataan) atau (2 Navigasi + 1 Persenjataan). Banyaknya cara untuk (1N + 2P) adalah C(4,1) × C(3,2). Banyaknya cara untuk (2N + 1P) adalah C(4,2) × C(3,1). Total kombinasi yang diperbolehkan adalah jumlah kedua ekspresi tersebut, tepat seperti yang dituliskan pada opsi C.

Soal Nomor 10
Dalam konteks tugas laut, kadet diminta mengisi analogi instrumen dan fungsi: “Radar : Deteksi = Kompas : … ?” Pilih fungsi yang paling tepat untuk melengkapi analogi tersebut dalam konteks operasi navigasi dan koordinasi unit…

A. Keberhasilan misi
B. Arah
C. Efektivitas manuver
D. Kecepatan kapal
E. Jangkauan sensor

Jawaban: B
Pembahasan: Radar berfungsi utama untuk mendeteksi objek dan ancaman di sekitar area operasi fungsi inti = deteksi. Kompas adalah alat navigasi dasar yang memberikan informasi orientasi; fungsi inti kompas adalah menunjukkan arah. Oleh karena itu pasangan analogi yang setara adalah Radar : Deteksi = Kompas : Arah, sehingga jawaban tepat adalah B.

Soal Nomor 11
Seorang perwira logistik meninjau laporan jarak patroli harian yang dicatat oleh unit-unit kecil: hari ke-1 tercatat 4 km, hari ke-2 9 km, hari ke-3 19 km, hari ke-4 39 km. Perwira diminta memprediksi jarak pada hari ke-5 berdasarkan pola yang konsisten dalam data. Pilih jawaban yang paling tepat.

A. 58 km
B. 68 km
C. 75 km
D. 79 km
E. 81 km

Jawaban: D
Pembahasan: Selisih berturut-turut antara nilai adalah 5, 10, 20  yaitu setiap selisih menjadi dua kali selisih sebelumnya. Dengan pola selisih mengganda, selisih berikutnya adalah 40. Maka jarak hari ke-5 = 39 + 40 = 79 km. Pilihan D tepat sesuai pola eksponensial pada selisih.

Soal Nomor 12
Dalam rapat komando diputuskan bahwa: (1) Jika informasi intel menunjukkan ancaman terkoordinasi maka langkah mitigasi A akan diterapkan; (2) Jika mitigasi A diterapkan maka patroli malam akan diperketat; (3) Saat ini patroli malam dilaporkan tidak diperketat. Dengan prinsip logika deduktif dan tanpa memasukkan asumsi luar, manakah dari pernyataan berikut yang merupakan kesimpulan paling kuat?

A. Ancaman terkoordinasi tidak terbukti sehingga mitigasi A tidak diterapkan.
B. Mitigasi A mungkin diterapkan walau patroli malam tidak diperketat.
C. Ada kesalahan pelaporan terkait patroli malam.
D. Semua unit harus meningkatkan kewaspadaan tanpa menunggu bukti.
E. Tidak cukup informasi; perlu menunggu laporan tambahan.

Jawaban: A
Pembahasan: Rantai implikasi adalah: ancaman terkoordinasi → mitigasi A → patroli diperketat. Fakta menunjukkan patroli tidak diperketat; dengan modus tollens, implikasi mundur memberi indikasi mitigasi A tidak diterapkan, sehingga premis awal (ancaman terkoordinasi) tidak terbukti. Pernyataan A adalah kesimpulan logis paling kuat tanpa menambah asumsi lain.

Soal Nomor 13
Sebuah tes hitung cepat tipe Kraepelin disimulasikan untuk menilai konsentrasi. Seorang peserta mampu menjumlahkan 12 angka pada menit pertama, namun mulai mengalami kelelahan sehingga pada setiap menit berikutnya kecepatannya berkurang satu angka dibanding menit sebelumnya (menit ke-2 = 11 angka, menit ke-3 = 10, dst.). Jika sesi berlangsung selama 7 menit, berapa total angka yang diproses peserta selama seluruh sesi?

A. 58
B. 63
C. 67
D. 70
E. 72

Jawaban: B
Pembahasan: Kecepatan per menit adalah 12, 11, 10, 9, 8, 7, 6. Jumlahkan seluruh menit: 12 + 11 + 10 + 9 + 8 + 7 + 6 = (12+6) + (11+7) + (10+8) + 9 = 18 + 18 + 18 + 9 = 63. Jadi total angka yang diproses selama 7 menit adalah 63, pilihan B.

Soal Nomor 14
Seorang psikolog militer mengevaluasi gambar pohon yang dibuat oleh calon prajurit. Gambar tersebut menampilkan batang yang tebal dan kokoh, pangkal akar yang tampak terbenam kuat di tanah, namun cabang-cabang bagian atas relatif sedikit dan diletakkan tinggi dengan daun rimbun di ujung saja. Berdasarkan prinsip umum analisis grafis pohon yang digunakan dalam seleksi, interpretasi manakah yang paling sesuai?

A. Kandidat menunjukkan kecenderungan menutup diri dan rentan terhadap tekanan sosial.
B. Kandidat cenderung impulsif dan kurang perencanaan jangka panjang.
C. Kandidat memiliki ketegasan, akar emosional yang stabil, tetapi cenderung fokus pada tujuan puncak daripada detail hubungan sosial.
D. Kandidat menunjukkan kecemasan tinggi dan ketidakmampuan mengontrol emosi.
E. Gambar tersebut tidak mengandung informasi psikologis yang dapat diinterpretasikan.

Jawaban: C
Pembahasan: Batang tebal dan akar yang kuat umumnya menunjukkan kestabilan, ketegasan, dan landasan nilai/emosional yang baik. Cabang yang sedikit dan terkonsentrasi di bagian atas mengindikasikan orientasi pada tujuan puncak atau pencapaian, bukan penguraian hubungan detail di sekeliling. Interpretasi C merangkum kombinasi stabilitas emosional dan fokus tujuan yang terlihat dalam gambar, sehingga merupakan penilaian paling konsisten secara teori grafis pohon.

Soal Nomor 15
Seorang psikolog militer menilai hasil tes Wartegg seorang kandidat yang mengubah pola sederhana menjadi serangkaian sketsa yang rapi, simetris, dan mengandung elemen instruktif (peta kecil, tanda arah), tanpa variasi ornamen. Dalam konteks seleksi militer, interpretasi manakah yang paling konsisten dengan pola grafis tersebut?

A. Kandidat berpikir analitis, mengutamakan fungsi dan prosedur di atas ekspresi artistik.
B. Kandidat defensif dan cenderung menutup diri ketika dihadapkan pada tugas ambiguitas.
C. Kandidat kreatif namun kurang memperhatikan aspek keselamatan operasional.
D. Kandidat impulsif, cenderung membuat keputusan cepat tanpa perhitungan.
E. Kandidat mengalami gangguan perhatian yang memengaruhi kualitas gambar.

Jawaban: D
Pembahasan: Gambar yang rapi dan berorientasi fungsi biasanya menunjukkan pola berpikir analitis (opsi A), tetapi konteks Wartegg juga menilai tempo dan proses pembuatan. Jika goresan sangat cepat dan penyelesaian minim refleksi (meskipun rapi), itu bisa mengindikasikan kecenderungan impulsif mengerjakan cepat tanpa eksplorasi variasi terutama bila disertai tanda-tanda keputusan instan dalam tiap stimulus. Karena soal menyebutkan kurang variasi ornamen dan sifat instruktif yang dibuat cepat, interpretasi D (impulsif/keputusan cepat) adalah yang paling konsisten dengan kombinasi elemen yang diobservasi. A mungkin tampak cocok secara permukaan, namun perbedaan tempo pembuatan memiringkan penilaian ke D pada level penalaran psikometrik.

Soal Nomor 16
Dalam operasi patroli lintas sektor, prosedur intel menetapkan: jika adanya pengintaian udara oleh UAV musuh, maka sistem pertahanan wilayah akan otomatis mengaktifkan radar frekuensi tinggi dan alarm akan menyala. Pada suatu kejadian dilaporkan terjadi alarm, namun tim teknis memeriksa log dan menemukan bahwa radar frekuensi tinggi tidak mencatat deteksi apa pun. Berdasarkan prinsip inferensi logis (tanpa menambah asumsi seperti sabotase sistem), kesimpulan manakah yang paling logis?

A. Alarm pasti berasal dari gangguan cuaca lokal.
B. Ada laporan palsu tanpa dasar nyata.
C. Musuh berhasil menonaktifkan radar tetapi alarm tetap menyala.
D. Alarm kemungkinan dihasilkan oleh sumber selain deteksi radar frekuensi tinggi.
E. Sistem pertahanan sengaja menguji respons tanpa kehadiran UAV.

Jawaban: D
Pembahasan: Pernyataan awal membentuk implikasi: keberadaan UAV → radar deteksi → alarm. Fakta menunjukkan alarm menyala tetapi radar tidak mendeteksi. Dengan pendekatan inferensial yang konservatif, hal ini mengindikasikan alarm diinisiasi bukan melalui jalur deteksi radar yang dijelaskan artinya ada sumber lain yang memicu alarm (mis. sensor lain, alarm manual, false positive pada subsistem berbeda). Opsi A dan B membutuhkan bukti tambahan (cuaca, laporan palsu), C menyiratkan sabotase yang juga memerlukan bukti teknis, dan E adalah spekulasi prosedural. Pilihan D mengikuti logika paling langsung tanpa asumsi ekstra.

Soal Nomor 17
Seorang calon prajurit menggambar sebuah pohon untuk tes projective. Gambar menunjukkan batang tipis tetapi tinggi, akar kecil, dan daun yang sangat lebat di bagian atas. Garis gores cenderung cepat dan tidak banyak detail pada pangkal. Dalam konteks interpretasi grafis yang digunakan oleh psikolog militer dengan fokus pada kestabilan emosi, rasa aman, dan orientasi tujuan interpretasi manakah yang paling sesuai?

A. Kandidat sangat tertarik pada kehidupan sosial, namun rapuh secara emosional.
B. Kandidat menutup diri dan memiliki rasa aman yang rendah.
C. Kandidat perfeksionis dan terobsesi pada detail pangkal masalah.
D. Kandidat hiperaktif dan kurang sabar dalam menyelesaikan tugas.
E. Kandidat fokus pada ambisi dan tujuan puncak; memiliki orientasi masa depan kuat namun basis emosional kurang mendalam.

Jawaban: E
Pembahasan: Batang yang tinggi dan tipis serta akar kecil biasanya mengindikasikan fondasi emosional yang relatif ringkih atau kurang ditekankan oleh pembuat gambar. Daun yang lebat di puncak menunjukkan orientasi terhadap pencapaian, ambisi, atau fokus pada hasil akhir (tujuan puncak). Goresan cepat dan minim detail di pangkal memperkuat kesan bahwa perhatian diarahkan ke aspek pencapaian daripada kestabilan dasar. Oleh karena itu interpretasi E orientasi masa depan/ambisi kuat tetapi basis emosional kurang dalam paling konsisten dengan pola visual tersebut.

Soal Nomor 18
Dalam soal analogi verbal yang menguji fungsi dan peran operasional, diberikan pasangan: “Komandan : Perencanaan = Intel : …” Pilihan tersedia berikut memberikan nuansa berbeda antara fungsi informasi, pelaporan, dan aksi. Manakah padanan yang paling tepat jika yang dicari adalah hubungan fungsional setara (bukan sinonim langsung)?

A. Informasi
B. Eksekusi
C. Dokumen
D. Evaluasi
E. Koordinasi

Jawaban: A
Pembahasan: Komandan bertanggung jawab atas perencanaan proses yang menghasilkan rencana taktis/strategis. Peran intel adalah menyediakan input yang menjadi dasar pengambilan keputusan; padanan fungsi yang setara bagi intel adalah informasi (yakni produk yang intel hasilkan dan menjadi bahan perencanaan). Pilihan lain seperti eksekusi atau koordinasi merujuk pada tahap operasional berbeda; dokumen dan evaluasi adalah bentuk keluaran tambahan tetapi bukan fungsi inti intel dalam hubungan fungsional analogis yang dimaksud. Maka A paling tepat.

Soal Nomor 19
Dalam latihan psikometri tipe “Roda Gila”, peserta diberi rangkaian item acak yang berubah cepat dan diminta menjaga fokus serta konsistensi jawaban meski kondisi berubah-ubah. Skor tinggi pada tes ini biasanya diinterpretasikan sebagai indikasi kemampuan apa berikut ini?

A. Kreativitas tinggi dalam kondisi ambiguitas.
B. Kecenderungan impulsif pada tekanan.
C. Ketahanan perhatian dan stabilitas kognitif terhadap distraktor.
D. Preferensi untuk tugas yang monoton dan rutin.
E. Ketergantungan pada pedoman eksplisit untuk membuat keputusan.

Jawaban: C
Pembahasan: Roda Gila dirancang untuk mengukur bagaimana subjek mempertahankan fokus ketika soal berubah acak, serta seberapa konsisten mereka bereaksi pada gangguan. Skor tinggi menandakan seseorang mampu menahan distraksi, menjaga kecepatan dan ketepatan, dan mempertahankan kontrol eksekutif semua aspek yang berkaitan dengan ketahanan perhatian dan stabilitas kognitif. Pilihan A terkait kreativitas, B dan E lebih mengarah pada kelemahan atau kebutuhan eksternal, dan D tidak sesuai karena tugas Roda Gila justru menuntut adaptasi terhadap perubahan, bukan kecocokan dengan monoton.

Soal Nomor 20
Seorang calon menggambar figur manusia utuh (Gambar Orang). Gambar tersebut menampilkan kepala yang proporsional, garis wajah jelas, tangan yang digambarkan aktif memegang objek, namun kaki digambar sederhana tanpa tonjolan otot atau detail. Dalam kerangka interpretasi Gambar Orang yang dipakai untuk seleksi, kecenderungan psikologis manakah yang paling mungkin tercermin oleh pola gambar ini?

A. Dominasi motorik bawah (fokus pada stabilitas fisik) dan pengabaian ekspresi wajah.
B. Orientasi pada tindakan dan kemampuan melaksanakan tugas praktis; fokus pada fungsi lebih dari penampilan.
C. Kecenderungan menarik diri dan minim interaksi sosial.
D. Konflik identitas yang terlihat dari ketidakproporsionalan ekstrem.
E. Ekspresivitas emosional tinggi tetapi ketidakmampuan merencanakan langkah ke depan.

Jawaban: B
Pembahasan:
Kepala proporsional dengan garis wajah yang jelas menunjukkan kesadaran diri dan kemampuan identifikasi diri yang baik. Gambar tangan yang aktif memegang objek menandakan orientasi pada tindakan dan aspek fungsional (kesiapan melakukan tugas), sementara penggambaran kaki yang sederhana mengindikasikan bahwa aspek mobilitas atau tampilan estetis tidak dianggap penting oleh penggambar yang memfokuskan energi pada apa yang dikerjakan. Gabungan ini paling konsisten dengan profil orang yang praktis, berorientasi tugas, dan lebih mementingkan fungsi daripada penampilan, sehingga B adalah interpretasi yang paling sesuai.

Siap Mencoba Soal Psikotes TNI AD AL AU yang Lebih Lengkap?

Soal Psikotes TNI AD AL AU

Jika Anda siap mencoba soal psikotes TNI AD, AL, dan AU yang lebih lengkap dan terarah, maka latihan lanjutan menjadi langkah penting sebelum menghadapi tes yang sesungguhnya. Contoh soal di atas dapat membantu memberikan gambaran awal, namun untuk persiapan yang lebih matang Anda dapat melanjutkan latihan melalui casis.or.id, platform yang menyediakan soal psikotes TNI terbaru lengkap dengan pembahasan, simulasi ujian, dan materi pendukung agar proses belajar lebih efektif dan peluang meraih hasil terbaik semakin besar.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Kategori Artikel
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Lebih Banyak Contoh Soal Polri & TNI!

Butuh Bantuan?