Seleksi CATA TNI Tamtama dan Bintara bukan sekadar tahapan administratif untuk mengisi formasi prajurit, melainkan proses penyaringan ketat untuk menemukan individu yang memiliki ketangguhan fisik, ketajaman berpikir, serta kematangan mental dan ideologi. Materi soal yang diujikan dirancang untuk mengukur kemampuan dasar akademik, penalaran logis, pemahaman kebangsaan, hingga kesiapan psikologis calon prajurit dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan negara. Oleh karena itu, menghadapi seleksi CATA TNI menuntut persiapan yang terstruktur, disiplin, dan berorientasi pada pemahaman konsep, bukan sekadar latihan soal tanpa arah.
Memahami kisi-kisi dan pola pembahasan soal CATA TNI Tamtama dan Bintara tahun 2026 menjadi kunci agar proses belajar lebih efektif dan tepat sasaran. Kisi-kisi memberikan gambaran kompetensi apa saja yang dinilai, sekaligus membantu peserta memetakan kekuatan dan kelemahan sejak dini. Dengan persiapan berbasis kisi-kisi yang relevan dan pembahasan yang mendalam, calon peserta tidak hanya meningkatkan peluang lolos seleksi, tetapi juga membentuk pola pikir dan mentalitas yang selaras dengan karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh, dan berjiwa Sapta Marga.

Kisi-kisi Soal CATA TNI Tamtama & Bintara
Berikut kisi-kisi Soal CATA TNI Tamtama & Bintara + Pembahasan 2026 yang disusun dalam bentuk poin-poin utama disertai penjelasan singkat, menyesuaikan pola seleksi yang umum digunakan pada penerimaan TNI.
- Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Menguji pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, serta sikap dan nilai bela negara yang harus dimiliki setiap prajurit TNI. - Pengetahuan Umum Nasional
Menilai pengetahuan dasar terkait kondisi sosial, politik, geografi, dan isu nasional yang relevan dengan tugas dan peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara. - Tes Intelegensi Umum (TIU)
Mengukur kemampuan berpikir logis, numerik, dan verbal, termasuk kemampuan analisis, penalaran, dan pemecahan masalah secara cepat dan tepat. - Tes Logika dan Penalaran
Menguji kemampuan memahami pola, hubungan sebab-akibat, serta pengambilan kesimpulan berdasarkan informasi yang diberikan. - Tes Matematika Dasar
Menilai penguasaan perhitungan dasar seperti aritmetika, perbandingan, persen, dan soal cerita yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan. - Bahasa Indonesia
Menguji pemahaman bacaan, penggunaan tata bahasa yang benar, sinonim-antonim, serta kemampuan menarik kesimpulan dari sebuah teks. - Bahasa Inggris Dasar (terutama Bintara)
Menilai kemampuan dasar memahami kosakata, kalimat sederhana, dan konteks bacaan pendek yang berkaitan dengan kegiatan umum. - Tes Kepribadian dan Mental Ideologi
Mengukur sikap, karakter, stabilitas emosi, kedisiplinan, loyalitas, serta kesesuaian kepribadian calon dengan nilai dan etika keprajuritan TNI. - Psikotes Kecermatan dan Konsentrasi
Menguji ketelitian, kecepatan, dan konsistensi dalam mengerjakan soal dengan tekanan waktu. - Pemahaman Sejarah dan Perjuangan Bangsa
Menilai pengetahuan tentang sejarah nasional, peran TNI dalam perjuangan dan menjaga kedaulatan, serta tokoh-tokoh penting bangsa. - Penalaran Situasional (Situational Judgment)
Menguji kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi tertentu sesuai nilai disiplin, hierarki, dan tanggung jawab prajurit. - Karakter, Disiplin, dan Etika Militer
Menilai pemahaman calon terhadap sikap disiplin, kepatuhan terhadap perintah, etika, serta tanggung jawab sebagai bagian dari institusi TNI.
Contoh Soal CATA TNI Tamtama & Bintara dan Pembahasan
Berikut contoh soal HOTS CATA TNI Tamtama & Bintara 2026 yang disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya. Setiap soal berbentuk pilihan ganda A–E, bersifat panjang, kontekstual, dan menuntut penalaran mendalam, serta dilengkapi jawaban benar dan pembahasan.
Soal 1
Dalam menghadapi berbagai ancaman nonmiliter seperti disinformasi, radikalisme, dan konflik sosial, peran prajurit TNI tidak selalu diwujudkan melalui kekuatan senjata. Seorang prajurit justru dituntut mampu bersikap sesuai nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa dalam kehidupan sehari-hari, baik saat bertugas maupun bermasyarakat.
Sikap yang paling mencerminkan nilai bela negara dalam konteks tersebut adalah …
A. Menjaga netralitas dengan tidak terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat
B. Menegakkan kewibawaan dengan menunjukkan kekuatan fisik sebagai aparat
C. Bersikap tegas namun mengedepankan persatuan, toleransi, dan keteladanan
D. Menghindari perbedaan pendapat agar tidak terjadi konflik
E. Menyerahkan sepenuhnya persoalan sosial kepada aparat lain
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Bela negara tidak hanya bermakna angkat senjata, tetapi juga sikap dan perilaku yang menjaga persatuan nasional. Opsi C mencerminkan nilai Pancasila, kedewasaan sikap, serta peran prajurit sebagai teladan di tengah masyarakat.
Soal 2
Dalam suatu latihan, seorang calon prajurit melihat rekannya melanggar aturan kecil karena tekanan waktu. Jika pelanggaran tersebut dibiarkan, latihan tetap berjalan lancar, namun disiplin dapat menurun dalam jangka panjang.
Tindakan paling tepat yang mencerminkan karakter prajurit TNI adalah …
A. Membiarkan pelanggaran karena tidak berdampak langsung
B. Menegur dengan emosi agar pelanggaran tidak terulang
C. Melaporkan kepada atasan dengan tujuan perbaikan disiplin
D. Mengikuti pelanggaran agar tidak tertinggal latihan
E. Mengabaikan kejadian tersebut demi solidaritas
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Disiplin adalah nilai utama TNI. Melaporkan secara profesional bertujuan menjaga aturan dan pembinaan, bukan menjatuhkan rekan. Opsi lain mencerminkan kompromi terhadap disiplin atau emosi yang tidak terkendali.
Soal 3
Dalam suatu kegiatan, 3 regu TNI masing-masing terdiri dari 12 personel. Setiap personel menerima jatah logistik yang sama. Jika total logistik yang tersedia cukup untuk 180 paket, berapa jumlah paket yang diterima setiap personel?
A. 3 paket
B. 4 paket
C. 5 paket
D. 6 paket
E. 7 paket
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Jumlah personel = 3 × 12 = 36 orang
Jumlah paket per orang = 180 ÷ 36 = 5 paket
Soal ini menguji ketelitian dan kemampuan berhitung cepat dalam konteks lapangan.
Soal 4
Bacalah pernyataan berikut:
“Seorang prajurit dituntut patuh terhadap perintah atasan, namun tetap harus mampu berpikir kritis agar setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan aturan dan nilai keprajuritan.”
Makna utama dari pernyataan tersebut adalah …
A. Prajurit boleh menolak perintah atasan
B. Kepatuhan lebih penting daripada pemahaman
C. Prajurit harus patuh namun tetap bertanggung jawab secara moral dan aturan
D. Berpikir kritis bertentangan dengan disiplin
E. Semua perintah harus dilaksanakan tanpa pertimbangan
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Pernyataan menekankan keseimbangan antara kepatuhan dan tanggung jawab. Prajurit tidak bersikap membabi buta, tetapi memahami perintah dalam kerangka hukum dan etika militer.
Soal 5
Dalam suatu penugasan bantuan bencana, seorang prajurit menghadapi masyarakat yang panik dan emosional. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan konflik jika tidak ditangani dengan tepat.
Sikap paling mencerminkan etika dan profesionalisme prajurit TNI adalah …
A. Mengabaikan masyarakat dan fokus pada perintah teknis
B. Bersikap keras agar masyarakat segera patuh
C. Menenangkan masyarakat dengan komunikasi yang tegas namun humanis
D. Menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat sipil
E. Menunda tindakan sampai situasi benar-benar kondusif
Jawaban benar: C
Pembahasan:
TNI berperan tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga pelindung rakyat. Pendekatan humanis yang tetap tegas menunjukkan kedewasaan, kepemimpinan, dan pemahaman situasi lapangan.
Soal 6
Dalam sebuah kegiatan pendidikan dasar militer, jumlah peserta awal adalah 240 orang. Setelah seleksi kesehatan tahap pertama, 15% peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat. Pada tahap berikutnya, 20% dari peserta yang tersisa mengundurkan diri.
Berapa jumlah peserta yang masih mengikuti pendidikan setelah dua tahap tersebut?
A. 156 orang
B. 163 orang
C. 168 orang
D. 170 orang
E. 174 orang
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Tahap 1: 15% dari 240 = 36 → sisa 204
Tahap 2: 20% × 204 = 40,8 → sisa = 168
Soal 7
Jika dalam suatu satuan berlaku aturan berikut:
- Setiap prajurit yang disiplin selalu tepat waktu.
- Beberapa prajurit tepat waktu tetapi tidak disiplin.
Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Semua prajurit tepat waktu adalah disiplin
B. Semua prajurit disiplin pasti tepat waktu
C. Tidak ada prajurit disiplin yang tepat waktu
D. Semua prajurit tidak disiplin selalu terlambat
E. Disiplin tidak berkaitan dengan ketepatan waktu
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Pernyataan pertama menyatakan hubungan jika disiplin → tepat waktu.
Pernyataan kedua tidak meniadakan hubungan tersebut.
Maka kesimpulan yang benar adalah semua prajurit disiplin pasti tepat waktu.
Soal 8
Perhatikan pernyataan berikut:
“Kedisiplinan bukanlah hasil dari paksaan semata, melainkan buah dari kesadaran akan tanggung jawab dan konsekuensi setiap tindakan.”
Makna yang paling tepat dari pernyataan tersebut adalah …
A. Disiplin hanya dapat dibentuk melalui hukuman
B. Kesadaran pribadi lebih penting daripada aturan
C. Disiplin sejati lahir dari pemahaman tanggung jawab, bukan tekanan
D. Aturan tidak diperlukan dalam pembentukan disiplin
E. Hukuman tidak memiliki peran dalam kedisiplinan
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Kalimat menekankan kesadaran internal sebagai dasar disiplin, bukan sekadar paksaan. Opsi C paling mewakili makna utuh teks tanpa meniadakan peran aturan.
Soal 9
Sebagai prajurit TNI, pemahaman wilayah Indonesia menjadi penting karena berkaitan langsung dengan pertahanan negara. Indonesia disebut sebagai negara kepulauan strategis karena …
A. Memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia
B. Terletak di antara dua benua dan dua samudra
C. Memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah
D. Beriklim tropis sepanjang tahun
E. Berada di wilayah cincin api dunia
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Letak geografis Indonesia di antara Benua Asia–Australia dan Samudra Hindia–Pasifik menjadikannya strategis secara politik, ekonomi, dan militer, sehingga relevan dengan tugas pertahanan TNI.
Soal 10
Dalam suatu diskusi informal, seorang calon prajurit mendengar pernyataan yang merendahkan simbol negara. Sikap paling mencerminkan mental ideologi prajurit TNI adalah …
A. Mengabaikan pernyataan tersebut agar tidak terjadi konflik
B. Menanggapi dengan emosi dan kemarahan
C. Menegur dengan santun serta menegaskan nilai nasionalisme
D. Melaporkan ke media sosial
E. Meninggalkan forum tanpa sikap apa pun
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Mental ideologi prajurit menuntut ketegasan yang berlandaskan etika dan nasionalisme, bukan sikap pasif atau emosional. Menegur secara santun namun tegas adalah bentuk pembelaan terhadap nilai negara.
Soal 11
Dalam suatu latihan gabungan, satu regu terlambat hadir karena kesalahan koordinasi internal. Keterlambatan tersebut berdampak pada tertundanya rangkaian latihan berikutnya dan menurunnya efektivitas latihan secara keseluruhan.
Kesimpulan paling tepat yang dapat diambil dari situasi tersebut adalah …
A. Keterlambatan kecil tidak memengaruhi keberhasilan latihan
B. Kesalahan individu tidak berdampak pada satuan
C. Koordinasi dan disiplin waktu sangat menentukan keberhasilan tugas bersama
D. Kegagalan latihan disebabkan oleh faktor eksternal
E. Latihan gabungan seharusnya dihindari
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Soal menuntut kemampuan melihat hubungan sebab–akibat. Keterlambatan satu regu memengaruhi keseluruhan latihan, sehingga disiplin dan koordinasi menjadi faktor kunci keberhasilan tugas kolektif.
Soal 12
Dalam suatu kegiatan, perbandingan jumlah prajurit Tamtama dan Bintara adalah 3 : 2. Jika jumlah seluruh prajurit dalam kegiatan tersebut adalah 250 orang, maka jumlah prajurit Bintara adalah …
A. 90 orang
B. 95 orang
C. 100 orang
D. 105 orang
E. 110 orang
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Total perbandingan = 3 + 2 = 5
Jumlah Bintara = (2/5) × 250 = 100 orang
Soal ini menguji pemahaman rasio dan ketelitian perhitungan.
Soal 13
Bacalah teks berikut:
“Seorang prajurit profesional dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan diri melalui latihan dan pembelajaran berkelanjutan agar siap menghadapi perubahan bentuk ancaman.”
Simpulan paling tepat dari teks tersebut adalah …
A. Ancaman militer bersifat tetap
B. Prajurit cukup mengandalkan pengalaman lapangan
C. Profesionalisme prajurit menuntut kesiapan belajar sepanjang waktu
D. Latihan hanya diperlukan saat pendidikan awal
E. Perubahan ancaman tidak memengaruhi tugas prajurit
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Teks menekankan pembelajaran berkelanjutan sebagai syarat profesionalisme. Opsi C paling mewakili gagasan utama tanpa menambah atau mengurangi makna.
Soal 14
Peran TNI dalam sejarah Indonesia tidak terlepas dari keterlibatannya dalam menjaga keutuhan NKRI sejak masa awal kemerdekaan. Hal ini menunjukkan bahwa TNI sejak awal dibentuk sebagai …
A. Kekuatan politik utama negara
B. Alat kekuasaan pemerintah
C. Kekuatan pertahanan dan penjaga kedaulatan negara
D. Organisasi sipil bersenjata
E. Pasukan bantuan internasional
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Sejarah pembentukan TNI menegaskan fungsinya sebagai alat pertahanan negara, bukan alat politik atau kekuasaan, sehingga opsi C paling tepat.
Soal 15
Dalam suatu pendidikan, seorang calon prajurit mengalami kelelahan berat, namun tetap diwajibkan mengikuti kegiatan sesuai jadwal. Sikap paling mencerminkan etika keprajuritan adalah …
A. Mengeluh dan meminta pengecualian
B. Menghindari kegiatan tanpa izin
C. Tetap berusaha melaksanakan tugas sesuai kemampuan dan melapor secara jujur kepada atasan
D. Mengajak rekan lain untuk menolak kegiatan
E. Mengabaikan kondisi fisik sepenuhnya
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Etika keprajuritan menekankan tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin. Melaksanakan tugas semaksimal mungkin sambil melapor secara jujur adalah sikap paling profesional dan dewasa.
Soal 16
Perhatikan hubungan kata berikut:
Disiplin : Peraturan = Loyalitas : …
Padanan yang paling tepat untuk melengkapi analogi tersebut adalah …
A. Kesetiaan
B. Tanggung jawab
C. Kepemimpinan
D. Kesatuan
E. Negara
Jawaban benar: E
Pembahasan:
Disiplin lahir dari kepatuhan terhadap peraturan, sedangkan loyalitas prajurit bermuara pada negara. Hubungan ini menekankan objek utama dari sikap tersebut.
Soal 17
Perhatikan deret angka berikut:
2 – 6 – 12 – 20 – 30 – …
Angka yang paling tepat untuk melengkapi deret tersebut adalah …
A. 36
B. 40
C. 42
D. 44
E. 48
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Pola deret:
2 (+4) = 6
6 (+6) = 12
12 (+8) = 20
20 (+10) = 30
Berikutnya +12 → 42
Deret ini menguji kemampuan mengenali pola bertambah beraturan.
Soal 18
Dalam kondisi tertentu, seorang prajurit menerima perintah yang dirasa berat secara fisik dan mental, namun tidak bertentangan dengan aturan maupun nilai TNI.
Sikap paling tepat yang harus ditunjukkan adalah …
A. Menolak perintah karena mempertimbangkan kondisi pribadi
B. Melaksanakan perintah dengan penuh tanggung jawab
C. Menunda pelaksanaan hingga kondisi benar-benar siap
D. Melaksanakan setengah hati
E. Meminta rekan menggantikan tugas
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Keprajuritan menuntut loyalitas, disiplin, dan kesiapan melaksanakan perintah sah. Selama perintah tidak melanggar hukum dan etika, prajurit wajib melaksanakannya secara profesional.
Soal 19
Perhatikan kalimat berikut:
“A soldier must be disciplined and responsible in every situation.”
Makna kalimat tersebut adalah …
A. Seorang tentara harus patuh pada atasan saja
B. Tentara hanya bertanggung jawab saat bertugas
C. Seorang prajurit harus disiplin dan bertanggung jawab dalam setiap keadaan
D. Disiplin hanya diperlukan dalam latihan
E. Tanggung jawab bukan bagian dari tugas prajurit
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman kalimat sederhana bahasa Inggris. Terjemahan yang tepat adalah opsi C, sesuai makna keseluruhan kalimat.
Soal 20
Dalam suatu kegiatan, seorang calon Bintara ditunjuk sementara untuk memimpin kelompok kecil. Beberapa anggota kelompok menunjukkan sikap kurang disiplin.
Tindakan paling tepat sebagai calon pemimpin adalah …
A. Mengabaikan sikap anggota demi menjaga suasana
B. Bersikap keras tanpa penjelasan
C. Memberikan contoh disiplin dan menegur secara tegas namun adil
D. Menyerahkan masalah kepada anggota lain
E. Membiarkan atasan yang menangani
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Kepemimpinan TNI menuntut keteladanan, ketegasan, dan keadilan. Menegur secara profesional sambil memberi contoh adalah pendekatan paling efektif dan sesuai nilai keprajuritan.
Peroleh Soal dan Strategi Tes CATA TNI Tamtama & Bintara

Latih diri menghadapi Tes CATA TNI Tamtama dan Bintara dengan latihan soal di casis.or.id yang disusun sesuai pola seleksi TNI AD. Soal dilengkapi pembahasan terarah dan simulasi CBT menyerupai tes resmi, untuk memahami pola soal dan mematangkan strategi agar peluang lolos seleksi semakin tinggi.