100+ Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri & Pembahasannya

100+ Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri & Pembahasannya

Bahasa Indonesia merupakan komponen penting dalam seleksi TNI dan POLRI, khususnya pada Tes Potensi Akademik. Bahasa Indonesia TPA Tni Polri ini tidak hanya menilai kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi juga mencakup keterampilan menganalisis makna, menalar hubungan antar gagasan, serta menarik kesimpulan secara tepat dalam waktu yang terbatas. Dengan demikian, Bahasa Indonesia TPA Tni Polri bukan sekadar ujian kebahasaan, melainkan alat untuk melihat ketajaman berpikir, ketelitian, dan sistematika penalaran peserta.

Banyak peserta menganggap materi ini sebagai bagian yang mudah, sehingga persiapannya sering kurang maksimal. Akibatnya, kesalahan penafsiran dan kurang teliti dalam memilih jawaban kerap terjadi. Tanpa latihan yang sesuai dengan pola seleksi, potensi tersebut dapat menghambat hasil akhir. Maka dari itu, membiasakan diri mengerjakan Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri secara konsisten menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapan dan peluang lolos seleksi.

Kisi-Kisi Soal Bahasa Indonesia TPA TNI–POLRI

Kisi-Kisi Soal Bahasa Indonesia TPA TNI–POLRI

Berdasarkan pentingnya penguasaan Bahasa Indonesia dalam Tes Potensi Akademik, pemahaman terhadap kisi-kisi materi menjadi langkah awal yang tidak dapat diabaikan. Kisi-kisi Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri yang disajikan pada bagian ini merupakan kisi-kisi terbaru yang digunakan dalam seleksi TNI–POLRI, sehingga peserta dapat memusatkan latihan pada materi yang aktual.

  1. Pemahaman Isi Bacaan (Reading Comprehension)
    Kisi ini menguji kemampuan peserta memahami teks naratif, deskriptif, atau ekspositori pendek. Peserta diminta mengidentifikasi ide pokok, gagasan pendukung, maksud penulis, serta kesimpulan logis dari bacaan yang disajikan secara ringkas dan padat.
  2. Penentuan Makna Kata dalam Konteks Kalimat
    Peserta diuji dalam menentukan arti kata atau frasa berdasarkan konteks kalimat, bukan berdasarkan makna kamus semata. Kata yang digunakan umumnya bersifat formal, abstrak, dan sering muncul dalam teks akademik atau kebijakan.
  3. Sinonim (Persamaan Kata)
    Kisi ini mengukur keluasan kosakata bahasa Indonesia baku. Peserta harus memilih kata yang memiliki makna paling dekat dengan kata yang ditanyakan, dengan tingkat kesukaran menengah hingga tinggi, termasuk kosakata formal dan istilah semi-abstrak.
  4. Antonim (Lawan Kata)
    Soal menilai ketepatan peserta dalam mengenali hubungan makna berlawanan secara konseptual. Tidak jarang kata yang diujikan memiliki makna konotatif atau tidak bersifat ekstrem, sehingga menuntut ketelitian berpikir.
  5. Hubungan Makna Antar Kata (Analogi Verbal)
    Kisi ini menguji kemampuan penalaran bahasa melalui hubungan kata, seperti sebab-akibat, fungsi, sifat, atau hierarki makna. Peserta harus memahami pola hubungan sebelum menentukan pasangan kata yang sepadan.
  6. Keefektifan Kalimat
    Peserta diminta menilai atau memilih kalimat yang paling efektif berdasarkan struktur, kejelasan makna, kelogisan, dan keringkasan. Fokus utama ada pada penghindaran pleonasme, ambiguitas, dan struktur bertele-tele.
  7. Perbaikan Kalimat Tidak Baku
    Kisi ini menguji kemampuan memperbaiki kalimat yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia baku, baik dari segi pilihan kata, struktur kalimat, maupun kejelasan makna. Soal sering disajikan dalam konteks formal.
  8. Penalaran Logis Berbasis Bahasa
    Peserta diuji menarik kesimpulan logis dari satu atau dua pernyataan tertulis. Penalaran yang diuji bersifat verbal, sehingga kemampuan memahami implikasi makna dan hubungan antarpernyataan menjadi kunci utama.
  9. Penentuan Kalimat Simpulan
    Soal menuntut peserta menentukan simpulan paling tepat dari paragraf atau beberapa pernyataan. Simpulan harus mencakup inti informasi tanpa menambah atau mengurangi makna penting dari teks asal.
  10. Kohesi dan Koherensi Paragraf
    Kisi ini menguji kemampuan peserta menilai kepaduan paragraf, termasuk ketepatan penggunaan kata hubung, kesinambungan ide antar kalimat, dan keteraturan alur pikir dalam sebuah paragraf singkat.

Contoh Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri

Contoh Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri

Setelah memahami kisi-kisi, langkah selanjutnya adalah melihat penerapannya dalam bentuk soal. Contoh Soal Bahasa Indonesia TPA Tni Polri berikut disajikan untuk memberikan gambaran pola soal, tingkat kesulitan, serta cara berpikir yang dibutuhkan agar peserta lebih siap menghadapi seleksi TNI–POLRI.

Soal 1
Dalam proses seleksi TNI dan POLRI, Tes Potensi Akademik digunakan untuk mengukur kemampuan dasar peserta secara objektif. Salah satu komponen penting dalam tes tersebut adalah kemampuan memahami informasi tertulis secara cermat. Peserta dihadapkan pada bacaan singkat yang memuat gagasan utama dan pendukung secara implisit. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah peserta membaca teks secara terburu-buru tanpa memahami maksud penulis. Akibatnya, simpulan yang diambil tidak sesuai dengan isi bacaan. Oleh karena itu, ketelitian membaca menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menjawab soal berbasis wacana.

Ide pokok paragraf tersebut adalah …

A. Tes Potensi Akademik bertujuan menilai kecerdasan peserta
B. Bacaan dalam TPA sering disusun secara panjang dan kompleks
C. Ketelitian membaca menentukan keberhasilan menjawab soal berbasis wacana
D. Peserta sering gagal karena kurang memahami aturan seleksi
E. Teks dalam seleksi TNI–POLRI bersifat eksplisit dan mudah dipahami

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf menekankan pentingnya ketelitian membaca untuk memahami maksud bacaan dan menarik simpulan yang tepat. Gagasan tersebut menjadi inti pembahasan dan dirangkum paling tepat pada pilihan C.

Soal 2
Dalam ujian seleksi, panitia sering menyusun soal dengan tingkat kompleksitas yang meningkat secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar peserta tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga kemampuan bernalar. Kata-kata yang digunakan dalam soal kerap bersifat abstrak dan formal. Peserta yang tidak terbiasa membaca teks akademik sering mengalami kesulitan memahami maksud kalimat. Akibatnya, mereka keliru dalam memilih jawaban meskipun terlihat sederhana. Oleh sebab itu, pemahaman konteks menjadi sangat krusial.

Makna kata krusial pada paragraf tersebut adalah …

A. Bersifat umum
B. Tidak terlalu penting
C. Menentukan dan sangat penting
D. Bersifat sementara
E. Mudah diabaikan

Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam konteks paragraf, krusial merujuk pada peran pemahaman konteks yang sangat menentukan keberhasilan menjawab soal. Makna tersebut paling tepat diwakili oleh pilihan C.

Soal 3
Dalam menghadapi soal Bahasa Indonesia, peserta dituntut untuk mampu menelaah makna kata secara cermat. Banyak kata dalam soal yang memiliki makna hampir sama, tetapi berbeda nuansa. Kesalahan memilih sinonim sering terjadi karena peserta hanya mengingat makna umum suatu kata. Padahal, konteks penggunaan sangat memengaruhi ketepatan makna. Oleh karena itu, latihan kosakata formal menjadi bagian penting dalam persiapan. Tanpa penguasaan kosakata yang memadai, peluang kesalahan akan semakin besar.

Sinonim yang paling tepat untuk kata menelaah adalah …

A. Melihat
B. Mengamati
C. Mengulas secara mendalam
D. Membaca sekilas
E. Menyampaikan

Jawaban: C
Pembahasan:
Kata menelaah bermakna memeriksa atau mengkaji secara mendalam, bukan sekadar melihat atau membaca. Oleh karena itu, sinonim yang paling tepat adalah pilihan C.

Soal 4
Dalam konteks penilaian akademik, kejelasan jawaban menjadi aspek yang sangat diperhatikan. Jawaban yang disusun dengan runtut dan logis akan lebih mudah dipahami oleh penilai. Sebaliknya, jawaban yang ambigu sering menimbulkan penafsiran ganda. Kondisi ini dapat merugikan peserta meskipun sebenarnya memahami materi. Oleh sebab itu, ketepatan penggunaan bahasa sangat diperlukan. Peserta diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara tegas dan jelas.

Antonim yang paling tepat untuk kata ambigu adalah …

A. Kabur
B. Samar
C. Tegas
D. Rancu
E. Tidak pasti

Jawaban: C
Pembahasan:
Ambigu berarti bermakna ganda atau tidak jelas. Lawan makna yang paling tepat adalah tegas, yaitu jelas dan tidak menimbulkan penafsiran lain.

Soal 5
Semua peserta seleksi TNI–POLRI diwajibkan mengikuti Tes Potensi Akademik. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang relevan dengan tugas keprajuritan dan kepolisian. Kemampuan memahami bahasa menjadi salah satu aspek yang dinilai. Peserta yang tidak mampu memahami instruksi soal dengan baik akan mengalami kesulitan menjawab soal secara tepat. Kesalahan memahami instruksi dapat terjadi meskipun peserta menguasai materi. Dengan demikian, pemahaman bahasa memiliki peran penting dalam keberhasilan tes.

Simpulan yang paling tepat dari paragraf tersebut adalah …

A. Tes Potensi Akademik hanya mengukur kemampuan bahasa
B. Penguasaan materi lebih penting daripada memahami instruksi
C. Pemahaman bahasa berpengaruh terhadap keberhasilan dalam tes
D. Semua peserta pasti memahami instruksi soal
E. Tes TNI–POLRI tidak menilai kemampuan berpikir

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf secara logis mengarah pada kesimpulan bahwa pemahaman bahasa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan peserta dalam mengerjakan tes. Pilihan C merangkum seluruh gagasan tanpa menambah atau mengurangi makna.

Soal 6
Dalam seleksi TNI dan POLRI, peserta dituntut mampu memahami informasi secara cepat dan akurat. Setiap soal disusun dengan pilihan jawaban yang tampak serupa, tetapi memiliki perbedaan makna yang halus. Perbedaan tersebut sering kali terletak pada konteks kalimat atau hubungan antar gagasan. Peserta yang kurang teliti cenderung memilih jawaban berdasarkan kata kunci tertentu tanpa memahami keseluruhan maksud. Akibatnya, jawaban yang dipilih tidak sesuai dengan isi bacaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap teks.

Kesimpulan yang paling tepat dari paragraf tersebut adalah …

A. Soal seleksi TNI–POLRI terlalu rumit untuk dipahami
B. Peserta hanya perlu fokus pada kata kunci soal
C. Ketelitian memahami konteks bacaan sangat diperlukan
D. Semua pilihan jawaban memiliki makna yang sama
E. Kesalahan peserta disebabkan oleh keterbatasan waktu

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf menekankan bahwa kesalahan terjadi karena kurang memahami konteks secara menyeluruh. Oleh sebab itu, simpulan yang paling tepat adalah pentingnya ketelitian memahami bacaan, yaitu pilihan C.

Soal 7
Dalam teks akademik, pemilihan kata tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap kata digunakan untuk menyampaikan makna tertentu sesuai tujuan penulis. Kata yang tampak sederhana bisa memiliki makna khusus ketika ditempatkan dalam konteks tertentu. Peserta yang hanya mengandalkan arti kamus sering kali keliru menafsirkan maksud kalimat. Kesalahan ini berdampak pada ketepatan jawaban yang dipilih. Oleh karena itu, pemahaman konteks menjadi kunci utama.

Makna kata berdampak pada paragraf tersebut adalah …

A. Berakhir
B. Berpengaruh
C. Terhenti
D. Berkurang
E. Berpindah

Jawaban: B
Pembahasan:
Kata berdampak dalam paragraf bermakna menimbulkan pengaruh atau akibat tertentu. Makna tersebut paling tepat ditunjukkan oleh pilihan B.

Soal 8
Penguasaan kosakata baku menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Banyak istilah formal digunakan dalam wacana ujian untuk menguji ketepatan pemahaman peserta. Kosakata tersebut sering kali jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Akibatnya, peserta yang kurang terbiasa membaca teks formal akan mengalami kesulitan. Hal ini dapat diminimalkan melalui latihan yang terarah. Semakin luas kosakata, semakin kecil peluang melakukan kesalahan.

Sinonim yang paling tepat untuk kata terarah adalah …

A. Bebas
B. Terbuka
C. Sistematis
D. Acak
E. Sederhana

Jawaban: C
Pembahasan:
Kata terarah bermakna memiliki tujuan dan pola yang jelas. Sinonim yang paling sesuai dengan makna tersebut adalah sistematis, yaitu pilihan C.

Soal 9
Jawaban yang efektif harus disampaikan secara jelas dan tidak berlebihan. Kalimat yang terlalu panjang sering kali menyulitkan pembaca memahami maksud utama. Selain itu, penggunaan kata yang tidak perlu dapat menimbulkan ambiguitas. Oleh sebab itu, peserta perlu memperhatikan kehematan dan ketepatan struktur kalimat. Kalimat yang baik mampu menyampaikan gagasan secara singkat namun utuh. Prinsip ini sangat relevan dalam menjawab soal ujian.

Kalimat berikut yang paling efektif adalah …

A. Peserta harus mampu untuk bisa memahami isi dari soal dengan baik
B. Peserta diharapkan agar dapat memahami isi soal secara baik dan benar
C. Peserta harus memahami isi soal dengan baik
D. Peserta diwajibkan untuk dapat memahami dengan baik isi soal tersebut
E. Peserta harus bisa untuk memahami soal yang diberikan

Jawaban: C
Pembahasan:
Pilihan C paling efektif karena singkat, jelas, dan tidak mengandung kata mubazir. Pilihan lain mengandung pleonasme atau struktur bertele-tele.

Soal 10
Semua soal Tes Potensi Akademik dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir peserta. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga cara memahami instruksi dan konteks soal. Peserta yang salah menafsirkan perintah soal akan kesulitan menjawab dengan benar. Kesalahan ini bisa terjadi meskipun peserta memiliki pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu, memahami bahasa soal menjadi bagian penting dari strategi pengerjaan. Tanpa pemahaman tersebut, hasil tes tidak akan optimal.

Pernyataan yang paling logis berdasarkan paragraf tersebut adalah …

A. Penguasaan materi tidak diperlukan dalam Tes Potensi Akademik
B. Kesalahan peserta hanya disebabkan oleh kurangnya latihan
C. Pemahaman bahasa soal memengaruhi hasil Tes Potensi Akademik
D. Semua peserta selalu memahami instruksi soal
E. Tes Potensi Akademik tidak menguji kemampuan berpikir

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf menunjukkan hubungan sebab-akibat antara pemahaman bahasa soal dan hasil tes. Oleh karena itu, pernyataan yang paling logis adalah pilihan C.

Soal 11

Kemampuan memahami teks tertulis menjadi faktor penting dalam keberhasilan mengerjakan Tes Potensi Akademik. Setiap bacaan disusun dengan tujuan tertentu yang tidak selalu dinyatakan secara langsung. Peserta harus mampu menangkap gagasan utama dari informasi yang tersirat. Membaca secara cepat tanpa memahami konteks sering kali menyebabkan kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan strategi membaca yang tepat agar isi bacaan dapat dipahami secara utuh. Ketelitian menjadi kunci dalam proses ini.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah …

A. Pemahaman terhadap teks menentukan keberhasilan mengerjakan TPA
B. Semua bacaan dalam TPA disusun secara implisit
C. Kecepatan membaca lebih penting daripada ketelitian
D. Peserta tidak perlu memahami konteks bacaan
E. Strategi membaca tidak berpengaruh terhadap hasil tes

Jawaban: A
Pembahasan:
Paragraf menekankan pentingnya memahami teks secara utuh dan teliti agar berhasil mengerjakan TPA. Hal tersebut dirangkum paling tepat pada pilihan A.

Soal 12
Dalam soal Bahasa Indonesia, makna kata sering kali ditentukan oleh konteks kalimat. Kata yang sama dapat memiliki arti berbeda jika digunakan pada situasi yang berlainan. Peserta yang tidak memperhatikan konteks cenderung salah menafsirkan maksud kalimat. Kesalahan ini berpengaruh pada ketepatan jawaban. Oleh karena itu, memahami hubungan antar kalimat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pemahaman konteks membantu peserta menghindari pilihan jawaban yang menyesatkan.

Makna kata menyesatkan pada paragraf tersebut adalah …

A. Menghibur
B. Membingungkan
C. Mempermudah
D. Mengarahkan
E. Menjelaskan

Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam konteks paragraf, menyesatkan bermakna membuat salah arah atau membingungkan peserta. Makna tersebut paling tepat ditunjukkan oleh pilihan B.

Soal 13
Penguasaan kosakata yang luas akan membantu peserta memahami berbagai bentuk wacana. Banyak istilah formal digunakan dalam soal untuk menguji ketepatan pemahaman bahasa. Peserta yang jarang membaca teks resmi biasanya kesulitan mengenali makna kata tersebut. Akibatnya, mereka cenderung ragu dalam memilih jawaban. Kondisi ini dapat diatasi dengan latihan rutin dan terarah. Semakin sering berlatih, semakin meningkat kepercayaan diri peserta.

Antonim yang paling tepat untuk kata ragu adalah …

A. Bingung
B. Bimbang
C. Tegas
D. Samar
E. Tidak pasti

Jawaban: C
Pembahasan:
Kata ragu bermakna tidak yakin. Lawan makna yang paling tepat adalah tegas, yang menunjukkan kepastian, yaitu pilihan C.

Soal 14
Dalam menjawab soal ujian, peserta perlu memperhatikan keefektifan kalimat. Kalimat yang terlalu panjang sering mengaburkan maksud utama. Selain itu, penggunaan kata yang berulang tanpa fungsi jelas dapat mengurangi kejelasan informasi. Oleh sebab itu, penyusunan kalimat harus ringkas dan logis. Kalimat yang efektif memudahkan pembaca memahami pesan yang disampaikan. Prinsip ini penting diterapkan dalam menjawab soal Bahasa Indonesia.

Kalimat berikut yang paling efektif adalah …

A. Peserta diharapkan agar supaya dapat memahami soal dengan baik
B. Peserta harus memahami soal secara baik dan benar
C. Peserta diharuskan untuk dapat memahami dengan baik soal tersebut
D. Peserta diwajibkan supaya bisa untuk memahami soal
E. Peserta harus memahami soal

Jawaban: E
Pembahasan:
Pilihan E merupakan kalimat paling efektif karena singkat, jelas, dan bebas dari kata mubazir. Pilihan lain mengandung pleonasme atau struktur bertele-tele.

Soal 15
Setiap peserta seleksi diwajibkan mengikuti seluruh tahapan ujian yang telah ditetapkan. Tes Potensi Akademik menjadi salah satu tahapan utama dalam proses seleksi. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir logis dan pemahaman bahasa. Peserta yang tidak memahami instruksi soal berpotensi melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut dapat menurunkan nilai meskipun peserta menguasai materi. Oleh karena itu, memahami perintah soal sangat penting.

Simpulan yang paling tepat dari paragraf tersebut adalah …

A. Semua peserta pasti menguasai materi ujian
B. Tes Potensi Akademik tidak menilai kemampuan bahasa
C. Kesalahan peserta hanya disebabkan oleh faktor teknis
D. Pemahaman instruksi soal memengaruhi hasil ujian
E. Semua peserta selalu memahami instruksi soal

Jawaban: D
Pembahasan:
Paragraf menekankan hubungan antara pemahaman instruksi soal dan hasil ujian. Simpulan tersebut dirangkum secara tepat pada pilihan D.

Soal 11
Kemampuan memahami teks tertulis menjadi faktor penting dalam keberhasilan mengerjakan Tes Potensi Akademik. Setiap bacaan disusun dengan tujuan tertentu yang tidak selalu dinyatakan secara langsung. Peserta harus mampu menangkap gagasan utama dari informasi yang tersirat. Membaca secara cepat tanpa memahami konteks sering kali menyebabkan kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan strategi membaca yang tepat agar isi bacaan dapat dipahami secara utuh. Ketelitian menjadi kunci dalam proses ini.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah …

A. Pemahaman terhadap teks menentukan keberhasilan mengerjakan TPA
B. Semua bacaan dalam TPA disusun secara implisit
C. Kecepatan membaca lebih penting daripada ketelitian
D. Peserta tidak perlu memahami konteks bacaan
E. Strategi membaca tidak berpengaruh terhadap hasil tes

Jawaban: A
Pembahasan:
Paragraf menekankan pentingnya memahami teks secara utuh dan teliti agar berhasil mengerjakan TPA. Hal tersebut dirangkum paling tepat pada pilihan A.

Soal 12
Dalam soal Bahasa Indonesia, makna kata sering kali ditentukan oleh konteks kalimat. Kata yang sama dapat memiliki arti berbeda jika digunakan pada situasi yang berlainan. Peserta yang tidak memperhatikan konteks cenderung salah menafsirkan maksud kalimat. Kesalahan ini berpengaruh pada ketepatan jawaban. Oleh karena itu, memahami hubungan antar kalimat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pemahaman konteks membantu peserta menghindari pilihan jawaban yang menyesatkan.

Makna kata menyesatkan pada paragraf tersebut adalah …

A. Menghibur
B. Membingungkan
C. Mempermudah
D. Mengarahkan
E. Menjelaskan

Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam konteks paragraf, menyesatkan bermakna membuat salah arah atau membingungkan peserta. Makna tersebut paling tepat ditunjukkan oleh pilihan B.

Soal 13
Penguasaan kosakata yang luas akan membantu peserta memahami berbagai bentuk wacana. Banyak istilah formal digunakan dalam soal untuk menguji ketepatan pemahaman bahasa. Peserta yang jarang membaca teks resmi biasanya kesulitan mengenali makna kata tersebut. Akibatnya, mereka cenderung ragu dalam memilih jawaban. Kondisi ini dapat diatasi dengan latihan rutin dan terarah. Semakin sering berlatih, semakin meningkat kepercayaan diri peserta.

Antonim yang paling tepat untuk kata ragu adalah …

A. Bingung
B. Bimbang
C. Tegas
D. Samar
E. Tidak pasti

Jawaban: C
Pembahasan:
Kata ragu bermakna tidak yakin. Lawan makna yang paling tepat adalah tegas, yang menunjukkan kepastian, yaitu pilihan C.

Soal 14
Dalam menjawab soal ujian, peserta perlu memperhatikan keefektifan kalimat. Kalimat yang terlalu panjang sering mengaburkan maksud utama. Selain itu, penggunaan kata yang berulang tanpa fungsi jelas dapat mengurangi kejelasan informasi. Oleh sebab itu, penyusunan kalimat harus ringkas dan logis. Kalimat yang efektif memudahkan pembaca memahami pesan yang disampaikan. Prinsip ini penting diterapkan dalam menjawab soal Bahasa Indonesia.

Kalimat berikut yang paling efektif adalah …

A. Peserta diharapkan agar supaya dapat memahami soal dengan baik
B. Peserta harus memahami soal secara baik dan benar
C. Peserta diharuskan untuk dapat memahami dengan baik soal tersebut
D. Peserta diwajibkan supaya bisa untuk memahami soal
E. Peserta harus memahami soal

Jawaban: E
Pembahasan:
Pilihan E merupakan kalimat paling efektif karena singkat, jelas, dan bebas dari kata mubazir. Pilihan lain mengandung pleonasme atau struktur bertele-tele.

Soal 15
Setiap peserta seleksi diwajibkan mengikuti seluruh tahapan ujian yang telah ditetapkan. Tes Potensi Akademik menjadi salah satu tahapan utama dalam proses seleksi. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir logis dan pemahaman bahasa. Peserta yang tidak memahami instruksi soal berpotensi melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut dapat menurunkan nilai meskipun peserta menguasai materi. Oleh karena itu, memahami perintah soal sangat penting.

Simpulan yang paling tepat dari paragraf tersebut adalah …

A. Semua peserta pasti menguasai materi ujian
B. Tes Potensi Akademik tidak menilai kemampuan bahasa
C. Kesalahan peserta hanya disebabkan oleh faktor teknis
D. Pemahaman instruksi soal memengaruhi hasil ujian
E. Semua peserta selalu memahami instruksi soal

Jawaban: D
Pembahasan:
Paragraf menekankan hubungan antara pemahaman instruksi soal dan hasil ujian. Simpulan tersebut dirangkum secara tepat pada pilihan D.

Soal 16
Tes Potensi Akademik dirancang untuk menilai kesiapan peserta dalam menghadapi tugas yang menuntut ketepatan berpikir. Salah satu kemampuan yang diuji adalah memahami informasi tertulis secara utuh. Peserta sering kali terjebak pada satu kalimat tanpa mengaitkannya dengan kalimat lain. Akibatnya, pemahaman terhadap isi bacaan menjadi parsial. Padahal, makna teks baru dapat dipahami secara benar jika dibaca sebagai satu kesatuan. Hal ini menuntut konsistensi dan ketelitian dalam membaca.

Makna kata parsial pada paragraf tersebut adalah …

A. Menyeluruh
B. Sementara
C. Sebagian
D. Mendalam
E. Menyeluruh dan lengkap

Jawaban: C
Pembahasan:
Kata parsial bermakna tidak utuh atau hanya sebagian. Makna tersebut sesuai dengan konteks paragraf dan paling tepat ditunjukkan oleh pilihan C.

Soal 17
Kemampuan memilih kata yang tepat sangat berpengaruh terhadap kejelasan makna kalimat. Dalam teks formal, satu kata dapat membawa makna yang lebih spesifik dibandingkan kata lain yang tampak serupa. Peserta yang kurang memahami perbedaan makna tersebut berpotensi salah menafsirkan informasi. Kesalahan ini sering muncul pada soal pilihan ganda dengan opsi yang tampak hampir sama. Oleh karena itu, ketepatan kosakata menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. Latihan berkelanjutan akan membantu meningkatkan kepekaan terhadap makna kata.

Sinonim yang paling tepat untuk kata ketepatan adalah …

A. Kecepatan
B. Kecermatan
C. Kemudahan
D. Kebebasan
E. Keberanian

Jawaban: B
Pembahasan:
Kata ketepatan bermakna kecermatan atau kesesuaian terhadap sasaran. Sinonim yang paling mendekati makna tersebut adalah kecermatan, yaitu pilihan B.

Soal 18
Kalimat yang disusun secara tidak efektif dapat mengaburkan maksud yang ingin disampaikan. Penggunaan kata berlebihan sering kali membuat pesan utama menjadi tidak jelas. Selain itu, struktur kalimat yang tidak logis dapat menimbulkan ambiguitas. Dalam konteks ujian, kondisi ini tentu merugikan peserta. Oleh sebab itu, penyampaian gagasan harus dilakukan secara ringkas dan tepat. Prinsip ini penting diterapkan dalam menjawab soal Bahasa Indonesia.

Kalimat berikut yang tidak efektif adalah …

A. Peserta harus menjawab soal dengan teliti
B. Peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi
C. Peserta diharapkan dapat memahami instruksi soal
D. Peserta harus bisa untuk dapat memahami soal dengan baik
E. Peserta perlu membaca soal secara cermat

Jawaban: D
Pembahasan:
Pilihan D tidak efektif karena mengandung pleonasme (harus bisa untuk dapat) yang membuat kalimat bertele-tele dan tidak hemat kata.

Soal 19
Setiap soal ujian disusun dengan tujuan mengukur kemampuan tertentu. Peserta diharapkan mampu memahami tujuan tersebut melalui instruksi dan konteks soal. Jika instruksi tidak dipahami dengan baik, peserta dapat menjawab di luar yang diminta. Kesalahan ini tidak berkaitan dengan penguasaan materi, melainkan dengan pemahaman bahasa soal. Oleh karena itu, membaca instruksi secara cermat merupakan langkah awal yang penting. Tanpa pemahaman tersebut, jawaban yang diberikan berpotensi keliru.

Pernyataan yang paling tepat berdasarkan paragraf tersebut adalah …

A. Kesalahan peserta hanya disebabkan oleh materi yang sulit
B. Instruksi soal tidak memengaruhi jawaban peserta
C. Semua peserta selalu memahami instruksi soal
D. Penguasaan materi lebih penting daripada memahami instruksi
E. Pemahaman instruksi berpengaruh terhadap ketepatan jawaban

Jawaban: E
Pembahasan:
Paragraf menegaskan bahwa kesalahan dapat terjadi karena instruksi tidak dipahami, sehingga pemahaman instruksi memengaruhi ketepatan jawaban. Hal ini dirangkum paling tepat pada pilihan E.

Soal 20
Dalam sebuah paragraf, setiap kalimat memiliki peran untuk mendukung gagasan utama. Hubungan antarkalimat harus tersusun secara logis agar alur pikir mudah diikuti. Jika hubungan tersebut tidak jelas, paragraf akan terasa tidak padu. Hal ini dapat menyulitkan pembaca memahami maksud penulis. Oleh karena itu, keterpaduan gagasan menjadi syarat penting dalam penyusunan paragraf. Tanpa koherensi yang baik, pesan utama tidak tersampaikan secara optimal.

Simpulan yang paling tepat dari paragraf tersebut adalah …

A. Setiap paragraf harus terdiri atas banyak kalimat
B. Hubungan antarkalimat menentukan kepaduan paragraf
C. Gagasan utama tidak penting dalam paragraf
D. Koherensi hanya dibutuhkan dalam teks panjang
E. Paragraf tidak memerlukan alur pikir yang jelas

Jawaban: B
Pembahasan:
Paragraf menekankan pentingnya hubungan logis antarkalimat agar paragraf padu dan mudah dipahami. Simpulan tersebut paling tepat diwakili oleh pilihan B.

Dapatkan Lebih Banyak Latihan Soal Bahasa Indonesia TPA TNI–POLRI Lengkap dengan Pembahasan

Tingkatkan kesiapan menghadapi Tes Potensi Akademik dengan berlatih Soal Bahasa Indonesia TPA TNI–POLRI yang disusun sesuai karakter seleksi. Latihan difokuskan pada pemahaman makna kata, ketepatan bahasa, analisis kalimat, dan pemahaman wacana yang sering muncul dalam ujian. Melalui casis.or.id, tersedia beragam soal pilihan lengkap dengan pembahasan alasan jawaban untuk membantu memahami pola soal dan menghindari kesalahan umum dalam seleksi TNI dan POLRI.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Kategori Artikel
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Lebih Banyak Contoh Soal Polri & TNI!

Butuh Bantuan?