Tes psikologi merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi masuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Tes ini dirancang untuk mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, serta kesiapan mental seseorang dalam menghadapi tekanan dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Pada seleksi tahun 2025, materi dan standar penilaian dalam tes psikologi tetap berpedoman pada prinsip ketelitian, objektivitas, dan penilaian menyeluruh terhadap karakter calon anggota.
Berbeda dengan tes akademik yang lebih bersifat kognitif, tes psikologi fokus pada bagaimana seseorang berpikir, bersikap, dan merespons berbagai situasi, baik secara logis maupun emosional. Karena itu, memahami jenis-jenis soal, kisi-kisi terbaru, serta cara menjawabnya dengan tepat menjadi hal yang sangat penting untuk dipelajari sejak dini. Artikel ini akan membantu Anda memahami kisi-kisi terbaru sekaligus menyediakan lebih dari 100 contoh soal beserta pembahasannya.
Kisi-Kisi Soal Psikologi Polri
Tes psikologi dalam seleksi Polri tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga memetakan karakter dan stabilitas emosi seseorang. Berikut ini adalah kisi-kisi lengkap yang digunakan sebagai dasar penyusunan soal psikotes Polri tahun 2025:
1. Kemampuan Kognitif dan Penalaran
- Penalaran logis dan abstrak
- Deret angka dan huruf
- Hubungan analogi dan padanan kata
- Penalaran spasial (bentuk, arah, rotasi)
- Kemampuan berhitung cepat
2. Stabilitas Emosi dan Daya Tahan Mental
- Ketekunan menghadapi tugas berulang (Tes Pauli/Kraepelin)
- Reaksi terhadap tekanan waktu
- Konsistensi performa di bawah kelelahan mental
- Kemampuan mempertahankan fokus
3. Sikap Kerja dan Disiplin Pribadi
- Tanggung jawab terhadap tugas
- Kedisiplinan dalam menyelesaikan pekerjaan
- Kemandirian dan inisiatif
- Kepatuhan terhadap aturan dan prosedur
4. Kepribadian dan Nilai Moral
- Kecenderungan dominan atau pasif dalam kelompok
- Kematangan emosi (tidak mudah tersulut, tidak impulsif)
- Integritas pribadi dan sikap terhadap kejujuran
- Kemampuan introspeksi dan pengendalian diri
5. Kemampuan Sosial dan Interpersonal
- Empati dan kepedulian terhadap sesama
- Sikap terhadap otoritas dan perintah
- Kemampuan komunikasi dua arah
- Toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya
6. Tes Proyektif dan Kreativitas
- Menggambar pohon (BAUM test), rumah, dan orang (HTP test)
- Melengkapi gambar (Wartegg test)
- Penilaian atas aspek simbolik dan imajinasi
- Analisis kedalaman emosional dan persepsi diri
7. Nilai Kebangsaan dan Loyalitas Institusi
- Komitmen terhadap tugas negara dan institusi
- Sikap terhadap pelanggaran hukum atau penyimpangan
- Kecenderungan loyal terhadap aturan kolektif
- Kemampuan menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
Contoh Soal Psikologi Polri & Pembahasannya
Tes psikologi masuk POLRI dirancang untuk mengetahui kemampuan kognitif, kepribadian, stabilitas emosi, daya tahan mental, dan kecocokan individu terhadap tugas kepolisian. Contoh berikut menunjukkan bagaimana soal ujian dibuat dengan tingkat penalaran yang tinggi (HOTS), opsi yang membingungkan, serta disertai pembahasannya.
Soal Nomor 1
Seorang calon anggota POLRI diminta menganalisis rekaman kronologi sebuah laporan perampokan. Dari urutan waktu diketahui: pukul 20.00 saksi A melihat dua orang berkendara motor pelat hitam; pukul 20.07 CCTV menunjukkan motor melintas di jalan X; pukul 20.09 alarm toko berbunyi; pukul 20.15 saksi B melaporkan melihat dua orang meninggalkan area dengan tas besar. Jika penyidik harus menentukan waktu paling mungkin saat pelaku memulai tindakan (memasuki lokasi untuk melakukan perampokan), manakah estimasi waktu yang paling logis berdasarkan bukti kronologis dan alasan taktis?
A. Sekitar pukul 20.07, karena saat itu motor terlihat mendekati lokasi dan memungkinkan pelaku turun dan bertindak sebelum alarm.
B. Sekitar pukul 20.00, karena saksi awal melihat motor dan pelaku kemungkinan sudah merencanakan dari jauh.
C. Sekitar pukul 20.15, karena saksi B melihat mereka meninggalkan lokasi sehingga aksi baru dimulai menjelang kepergian.
D. Sekitar pukul 20.09, karena waktu alarm berbunyi menunjukkan aksi sedang berlangsung.
E. Tidak mungkin ditentukan karena rentang waktunya terlalu singkat dan data bertentangan.
Jawaban: A
Pembahasan: Sintesis kronologi menuntut mempertimbangkan urutan peristiwa dan kapasitas tindakan: saksi A melihat motor pada pukul 20.00 di lokasi yang lebih jauh, CCTV menunjukkan motor melintas dekat area pada 20.07 waktu yang memungkinkan pelaku turun, melakukan observasi singkat, dan memasuki lokasi sebelum alarm berbunyi. Pilihan pukul 20.09 (alarm) menandai saat tindakan sudah terdeteksi, bukan awal aksi; pukul 20.15 adalah waktu setelah pelaku meninggalkan lokasi. Meskipun saksi awal pada pukul 20.00 penting, bukti yang paling langsung mengindikasikan waktu mulai aksi adalah saat kendaraan terlihat mendekat (20.07) yang secara taktis masuk akal sebagai momen perpindahan dari pengintaian ke tindakan. Kemampuan menafsirkan urutan bukti serupa sangat penting bagi anggota POLRI yang menyusun timeline kejadian.
Soal Nomor 2
Dalam skenario latihan manajemen krisis, tim POLRI diberikan peta dengan tiga titik pengumpulan massa yang saling terhubung melalui tiga koridor. Data intelijen menyatakan kemungkinan 60 persen massa akan berkumpul di titik A, 25 persen di B, dan 15 persen di C. Sumber daya petugas terbatas sehingga hanya dua titik yang dapat diprioritaskan. Strategi mana yang paling rasional untuk meminimalkan risiko eskalasi berdasarkan prinsip probabilitas dan alokasi sumber daya?
A. Menempatkan personel di titik B dan C karena kombinasi keduanya dapat menutup jalur sekunder.
B. Menempatkan personel di titik A dan B karena menutupi mayoritas potensi massa (kombinasi tertinggi).
C. Menempatkan seluruh personel hanya di titik A karena paling besar kemungkinan berkumpul.
D. Menempatkan personel di A dan C untuk menyebarkan kekuatan secara merata antar titik.
E. Menempatkan personel di titik yang paling mudah diakses agar respon lebih cepat.
Jawaban: B
Pembahasan: Keputusan alokasi sumber daya harus memaksimalkan pengaruh pada probabilitas kejadian. Titik A (60%) dan B (25%) bersama-sama mewakili 85% kemungkinan menempatkan petugas di kedua titik ini adalah pendekatan yang paling efisien untuk mengurangi risiko eskalasi secara keseluruhan. Memusatkan hanya di A mengabaikan 40 persen gabungan titik lainnya yang masih signifikan; memilih B dan C mengorbankan penanganan mayoritas potensi. Pilihan ini menguji kemampuan kandidat menimbang probabilitas, trade-off, dan efektivitas operasional keterampilan penting di kepolisian.
Soal Nomor 3
Anda menerima laporan bahwa ada kebocoran informasi internal yang hanya mungkin dilakukan oleh orang yang memiliki akses administrasi dan sering bekerja pada malam hari. Empat pegawai memenuhi salah satu kriteria, dua pegawai memenuhi kriteria akses administratif, dan dua yang lain aktif pada malam hari. Satu pegawai memenuhi kedua kriteria. Berdasarkan prinsip penalaran logis dan efisiensi penyelidikan awal, siapa yang sebaiknya menjadi target verifikasi pertama?
A. Semua pegawai harus diselidiki sekaligus agar tidak ada bias.
B. Pegawai yang aktif malam hari tetapi tidak memiliki akses administratif.
C. Pegawai yang memiliki akses administratif dan juga aktif pada malam hari (yang memenuhi kedua kriteria).
D. Pegawai yang memiliki akses administratif namun bekerja siang hari.
E. Menunggu informasi tambahan sebelum menentukan siapa yang diperiksa.
Jawaban: C
Pembahasan: Penalaran deduktif mengarahkan penyelidik untuk memprioritaskan subjek yang paling memenuhi kombinasi kriteria relevan dalam kasus ini, akses administrasi dan aktivitas malam hari karena hanya kombinasi tersebut secara logis paling memungkinkan melakukan kebocoran di waktu dan cara yang dilaporkan. Meskipun menyelidiki semua sekaligus menghilangkan bias, itu tidak efisien dan menyia-nyiakan sumber daya; menunggu informasi tambahan menunda tindakan ketika prioritas awal jelas. Memulai verifikasi pada individu yang memenuhi kedua syarat adalah langkah paling rasional dalam penyidikan awal.
Soal Nomor 4
Dalam latihan analisis bukti forensik digital, tim menemukan bahwa pola pengiriman pesan dari nomor yang terkait dengan kejahatan menunjukkan jeda yang teratur setiap 12 jam, kecuali pada dua hari terakhir di mana jeda itu hanya 6 jam. Jika Anda menerapkan hipotesis operasional untuk menentukan perubahan modus operandi pelaku, hipotesis manakah yang paling logis untuk diuji terlebih dahulu?
A. Pelaku menggunakan dua perangkat yang bergantian dengan pola berbeda.
B. Jeda berubah karena faktor acak dan tidak bermakna.
C. Pengirim sedang dalam perjalanan sehingga waktu pengiriman bergeser.
D. Perubahan jeda menunjukkan percepatan kegiatan atau kebutuhan komunikasi yang meningkat; hipotesis ini menuntut pemeriksaan intensitas aktivitas belakangan.
E. Sistem jaringan sedang mengalami gangguan sehingga jeda berubah tanpa keterkaitan pelaku.
Jawaban: D
Pembahasan: Perubahan pola yang konsisten (dari jeda 12 jam menjadi 6 jam) cenderung mencerminkan perubahan perilaku atau kebutuhan operasional pelaku misalnya peningkatan frekuensi koordinasi menjelang aksi. Hipotesis D menawarkan penjelasan yang langsung terkait intensitas kegiatan dan menghasilkan prediksi yang bisa diuji (mis. peningkatan aktivitas transaksi, logistik, atau pertemuan). Hipotesis lain (dua perangkat, gangguan jaringan, perjalanan) mungkin valid tetapi kurang langsung menjelaskan intensifikasi pola; sehingga prioritas pengujian diambil pada hipotesis yang paling operasional relevan dan berdampak pada langkah antisipatif penyidik.
Soal Nomor 5
Dalam tes penalaran spasial, Anda diberikan denah pasar malam yang menunjukkan pintu masuk utama, dua jalan setapak, dan area parkir. Jika petugas ditempatkan hanya pada tiga titik dan tujuan utama adalah memaksimalkan pengawasan jalur masuk kendaraan yang berpotensi menyebabkan kepadatan, kombinasi penempatan mana yang secara logis paling efektif?
A. Satu petugas di pintu masuk utama dan dua di area parkir jauh dari jalan setapak.
B. Tiga petugas bertumpuk di pintu masuk utama agar kontrol ketat di titik awal.
C. Satu petugas di pintu masuk utama, satu di titik pertemuan jalan setapak, dan satu di perpotongan antara jalan setapak dan area parkir.
D. Petugas ditempatkan saling berjauhan di tiga sudut pasar agar merasa pengawasan menyeluruh.
E. Menempatkan dua petugas di titik pertemuan jalan setapak dan satu petugas memantau arus kendaraan keluar.
Jawaban: E
Pembahasan: Tujuan yang dinyatakan adalah memaksimalkan pengawasan jalur masuk kendaraan yang menyebabkan kepadatan. Pilihan E menempatkan dua petugas pada titik pertemuan jalan setapak lokasi kritis di mana kendaraan dan pejalan bertemu sehingga dapat segera mengatasi sumber kepadatan dan satu petugas memantau arus keluar untuk memastikan aliran tidak terhambat. Pilihan lain kurang efisien: menumpuk semua petugas di pintu masuk (B) meninggalkan titik bottleneck internal; penempatan jauh dari jalan setapak (A) atau berjauhan tanpa fokus pada perpotongan utama (D) kurang menekan sumber kemacetan. Pilihan C mendekati, namun E memberikan kombinasi pengawasan masuk dan pengelolaan keluar yang lebih lengkap dan responsif terhadap kepadatan.
Soal Nomor 6
Dalam operasi patroli terpadu di kawasan perbatasan kota, tim menemukan pola peningkatan laporan pengaduan berupa pencurian dengan modus pemutusan aliran listrik singkat sebelum aksi. Data historis menunjukkan bahwa gangguan listrik yang berulang terjadi sekitar jeda waktu tertentu pada malam hari ketika petugas patroli sedang berganti shift. Sebagai analis lapangan, Anda diminta menilai langkah apa yang paling rasional untuk menekan peluang keberhasilan pelaku sambil menjaga keberlangsungan operasi?
A. Menambah jumlah patroli pada siang hari karena pola kriminal biasanya siang hari
B. Menunggu hasil investigasi teknis PLN sebelum melakukan tindakan lapangan
C. Mengurangi frekuensi pergantian shift untuk menghindari titik lemah, tanpa perubahan patroli malam
D. Mengkoordinasikan pengawasan intensif pada periode pergantian shift malam, sambil berkoordinasi dengan teknisi untuk mitigasi gangguan listrik
E. Memindahkan seluruh patroli ke titik lain yang dianggap lebih rawan
Jawaban: D
Pembahasan: Masalah menunjukkan hubungan antara gangguan listrik dan waktu pergantian shift momen yang menciptakan celah keamanan. Tindakan paling efektif adalah kombinasi pencegahan operasional dan teknis: meningkatkan pengawasan pada periode kritis (mengatur penempatan personel ekstra saat shift berubah) serta berkoordinasi dengan teknisi untuk mengatasi sumber gangguan. Opsi D menggabungkan mitigasi langsung dan kolaborasi lintas instansi, sedangkan pilihan lain mengabaikan aspek teknis atau memindahkan fokus tanpa menutup celah nyata.
Soal Nomor 7
Dalam analisis intelijen, tim menemukan bahwa sebuah jaringan kriminal menggunakan metode sederhana namun efektif: pengalihan perhatian publik dengan insiden kecil sehingga anggota inti dapat beraksi di lokasi lain. Kejadian ini biasanya terkoordinasi melalui pesan singkat yang disebarkan di beberapa grup pada saat yang sama. Langkah investigatif mana yang paling strategis untuk mengungkap aktor utama jaringan tersebut?
A. Mengawasi akun media sosial publik untuk mencari pola komentar
B. Memantau aktivitas fisik petugas keamanan lokal yang menjadi sasaran pengalihan
C. Menunggu pelaku melakukan kesalahan lebih besar agar bukti lebih jelas
D. Mengumpulkan bukti digital dari aliran pesan dan waktu sinkronisasi antar grup untuk menemukan titik pusat koordinasi
E. Memfokuskan upaya pada identifikasi korban insiden kecil terlebih dahulu
Jawaban: E
Pembahasan: Metode jaringan adalah membuat pengalihan untuk itu, menelusuri korban insiden kecil bisa memberikan jejak aktor lokal, saksi, atau pola distribusi pesan. Dengan memeriksa korban dan konteks insiden, penyidik dapat menemukan titik temu antar kejadian yang tampak terpisah. Meskipun bukti digital penting, langkah awal yang sering lebih cepat dan praktis adalah menelusuri korban/korban yang digunakan sebagai umpan, sehingga opsi E menjadi pendekatan strategis awal.
Soal Nomor 8
Seorang penyidik diminta menyusun hipotesis penyebab kebocoran dokumen internal yang muncul berulang setiap akhir bulan. Telusuran awal menemukan tiga kemungkinan: kebocoran melalui staf administrasi, kelalaian sistem penyimpanan cloud yang otomatis mensinkronisasi, atau pemasangan perangkat pihak ketiga pada jaringan internal. Berdasarkan prinsip penalaran diagnostik yang efisien, urutan pemeriksaan prioritas yang paling tepat adalah apa?
A. Menelusuri pemasangan perangkat pihak ketiga, lalu memeriksa staf, lalu cloud
B. Langsung memeriksa semua staf tanpa memeriksa teknis terlebih dahulu
C. Memeriksa log sinkronisasi cloud terlebih dahulu, kemudian audit akses staf, lalu pemeriksaan perangkat jaringan fisik
D. Meminta publik menahan informasi sampai penyelidikan selesai
E. Menutup akses cloud sementara tanpa menyelidiki lebih lanjut
Jawaban: C
Pembahasan: Pendekatan diagnostik yang efisien mengutamakan menelusuri bukti elektronik yang bisa memberikan jejak otomatis yaitu log sinkronisasi cloud karena kebocoran berulang akhir bulan mengindikasikan proses terjadwal. Setelah itu, audit akses staf (siapa yang mengakses file pada waktu tersebut) memberikan petunjuk human factor. Pemeriksaan perangkat fisik datang setelah bukti log dan audit untuk mengonfirmasi apakah ada intervensi perangkat keras. Opsi C mengikuti urutan pemeriksaan yang paling logis dan hemat sumber daya.
Soal Nomor 9
Di sebuah operasi pengamanan perayaan publik, terdapat dua titik yang saling tergantung: pintu masuk utama dan area pementasan. Analisis risiko menunjukkan bahwa gangguan pada area pementasan dapat dengan cepat menyebar ke pintu masuk melalui arus massa. Jika sumber daya terbatas dan Anda harus memilih satu titik untuk patroli mobile bergeser-geser (mobility patrol) agar dapat merespons cepat ke kedua titik, pilihan manakah yang lebih rasional?
A. Patroli hanya di pintu masuk utama karena itu akses pertama publik
B. Patroli pada area pementasan, karena peristiwa di sana dapat memicu kepanikan yang menyebar ke pintu
C. Patroli di lokasi parkir jauh agar mengurangi aliran kendaraan
D. Menempatkan patroli statis permanen di kedua titik secara bergantian
E. Memusatkan patroli di rute penghubung antara pasar dan venue
Jawaban: B
Pembahasan: Jika gangguan pada pementasan memiliki potensi memicu efek domino ke pintu masuk, menempatkan patroli mobile di area pementasan memungkinkan respons cepat ke sumber awal masalah dan mencegah penyebaran. Mobility patrol memberikan fleksibilitas meredam insiden di pusat dan kemudian bergerak untuk mengamankan pengaruhnya ke pintu masuk. Pilihan B secara strategis lebih proaktif daripada sekadar menjaga akses pertama tanpa menangani sumber masalah.
Soal Nomor 10
Saat menelaah laporan kegiatan patroli, Anda menemukan bahwa beberapa laporan menunjukkan pengulangan pola pelanggaran di rute yang sama pada jam puncak masing-masing hari. Sumber daya terbatas sehingga Anda dapat menerapkan satu intervensi jangka pendek yang paling berdampak untuk menurunkan angka pelanggaran dalam kurun satu minggu. Intervensi mana yang paling logis dan berdasar bukti untuk diterapkan segera?
A. Menempatkan penegakan hukum bergeser di jam puncak untuk rute tersebut dilengkapi peningkatan visibilitas seperti kendaraan patroli dan rambu sementara
B. Melakukan kampanye edukasi jangka panjang tanpa perubahan operasional mendadak
C. Mengganti jalur patroli ke area sepi agar tidak mudah diprediksi pelaku
D. Menunggu laporan tambahan agar pola semakin jelas sebelum intervensi
E. Menutup rute tersebut sepenuhnya selama seminggu
Jawaban: A
Pembahasan: Intervensi jangka pendek yang efektif adalah meningkatkan kehadiran dan visibilitas penegakan selama jam puncak pada rute yang bermasalah kombinasi penegakan dan visibilitas mengurangi peluang pelaku beroperasi dan memberi efek jera. Opsi A bersifat taktis, dapat diterapkan segera, dan didukung bukti empiris bahwa peningkatan kehadiran polisi menurunkan insiden. Pilihan lain terlalu ekstrem, tidak realistis, atau tidak langsung menurunkan pelanggaran dalam waktu singkat.
Soal Nomor 11
Seorang penyidik POLRI menyusun kembali kronologi sebuah kasus pengejaran kendaraan pelaku. Tersusun bukti: CCTV menunjukkan kendaraan X melintas di titik P pada pukul 20.10; saksi mengatakan melihat kendaraan X berhenti tiga menit kemudian di depan ruko Q; sinyal GPS kendaraan hilang pada pukul 20.13 dan muncul kembali pada pukul 20.28 sekitar 5 kilometer dari ruko. Jika Anda harus merumuskan hipotesis paling rasional tentang apa yang terjadi antara pukul 20.10 sampai 20.28 untuk segera ditindaklanjuti, manakah hipotesis yang paling kuat berdasarkan integrasi waktu dan ruang?
A. Kendaraan sempat terparkir di titik lain tanpa aktivitas kriminal.
B. Pelaku meninggalkan kendaraan untuk berjalan kaki jauh dan kembali ke kendaraan di lain waktu.
C. GPS kendaraan diretas sehingga sinyal tidak akurat selama interval tersebut.
D. Kendaraan sempat berhenti dekat ruko Q untuk melakukan aktivitas singkat (mis. menurunkan barang/bertemu), lalu pelaku melanjutkan perjalanan, menjelaskan hilangnya sinyal sementara dan jarak muncul kembali.
E. Kendaraan sengaja diparkir untuk mengalihkan perhatian petugas ke lokasi lain.
Jawaban: D
Pembahasan: Analisis kronologi menuntut integrasi kapan dan di mana serta plausibilitas tindakan. CCTV dan saksi menunjukkan keberadaan kendaraan di titik P lalu berhenti di ruko Q, dengan hilangnya sinyal GPS hanya selama 15 menit sebelum muncul 5 kilometer jauh. Hipotesis D paling konsisten: berhenti singkat untuk aktivitas operasional (menurunkan/menjemput atau bertemu), kemudian melanjutkan perjalanan. Hipotesis lain seperti rekayasa sinyal (C) mungkin, tetapi lebih sulit dibuktikan cepat saat pra-penyelidikan, hipotesis yang menghubungkan bukti observasional langsung (CCTV + saksi) dengan pola pergerakan adalah prioritas. Hipotesis D memberi arah tindakan: periksa ruko Q, mintai keterangan saksi, dan cari jejak sementara di sekitar lokasi.
Soal Nomor 12
Dalam perencanaan pengamanan operasi besar, data historis menunjukkan bahwa insiden kekerasan lebih sering terjadi bukan pada massa terbesar, tetapi pada momen ketika massa berpindah dari satu titik ke titik lain. Anda harus menempatkan empat unit cepat respons (QRT) untuk meminimalkan risiko. Pilihan manakah yang paling logis berdasarkan penalaran probabilistik dan dinamika kerumunan?
A. Tempatkan empat QRT pada titik berkumpul awal.
B. Tempatkan empat QRT di titik yang paling jauh dari area pergerakan.
C. Tempatkan empat QRT di koridor pengalihan dan jalur perpindahan massa agar merespons titik eskalasi dinamis.
D. Tempatkan empat QRT di empat sudut panggung utama.
E. Sebar rata QRT pada semua titik tanpa mempertimbangkan pola pergerakan.
Jawaban: C
Pembahasan: Studi kerumunan menunjukkan eskalasi sering terjadi saat transisi (perpindahan) karena kepadatan, kebingungan, dan potensi gesekan. Menempatkan unit respons pada koridor perpindahan memberi kemampuan meredam insiden pada sumber dan mencegah penyebaran. Opsi C memakai pendekatan proaktif dan berbasis bukti: memitigasi titik dengan probabilitas tinggi terjadinya konflik dinamis. Pilihan lain cenderung reaktif, tidak memprioritaskan tempat munculnya risiko terbesar, atau menyia-nyiakan sumber daya.
Soal Nomor 13
Dalam sesi analisis intelijen, data keuangan nonformal menunjukkan pola transfer kecil yang berulang pada jam tertentu tiap minggu, sementara rute fisik pengiriman barang menunjukkan interval pengantaran lebih jarang namun berkapasitas besar. Bila Anda diminta menentukan asumsi operasional awal untuk merancang pengawasan efektif tanpa membocorkan rencana, asumsi manakah yang paling tepat untuk diuji dahulu?
A. Fokus hanya pada rute fisik karena kapasitas besar selalu lebih berbahaya.
B. Menganggap pola transfer kecil tidak relevan karena nilainya kecil.
C. Menyimpulkan bahwa kedua pola tidak saling terkait.
D. Menunggu bukti lebih kuat dari pengamatan lapangan sebelum bertindak.
E. Asumsikan kemungkinan keterkaitan di mana transfer kecil merupakan sinyal koordinatif untuk pengiriman besar, sehingga desain pengawasan harus menguji hubungan temporal dan sumber tujuan antar pola transaksi dan rute fisik.
Jawaban: E
Pembahasan: Analisis intelijen yang baik menguji keterkaitan antar dataset apa yang tampak kecil bisa menjadi penanda koordinasi (mis. pengumpulan dana/logistik kecil yang memicu pengiriman besar). Asumsi E membuka hipotesis yang dapat diuji: temporal correlation, sumber penerima, dan tujuan rute fisik. Menguji keterkaitan ini lebih efisien daripada mengabaikan salah satu pola atau menunggu bukti kuat; hal ini memungkinkan langkah pengawasan yang targeted tanpa segera mengumumkan operasi.
Soal Nomor 14
Seorang calon petugas diminta menilai sebuah skenario di mana sejumlah laporan menyebut adanya upaya penyusupan informasi internal melalui jalur komunikasi tak resmi. Satu pegawai memiliki akses administratif dan riwayat lembur malam; dua pegawai lain sering berbagi dokumen lewat flashdisk; dan beberapa pegawai kerap bertukar file melalui cloud bersama pihak eksternal. Untuk menentukan prioritas audit awal yang paling rasional dan hemat sumber daya, tindakan mana yang paling tepat?
A. Memulai audit akses administratif dan pola aktivitas malam hari untuk individu yang menunjukkan kedua indikator tersebut, kemudian memperluas ke audit transfer media fisik dan cloud.
B. Langsung memeriksa semua flashdisk pegawai tanpa pemberitahuan.
C. Menyita semua akses cloud tanpa analisis lebih lanjut.
D. Meminta pegawai menandatangani pernyataan tanpa pemeriksaan teknis.
E. Menunggu sampai kebocoran berikutnya agar sumber lebih jelas.
Jawaban: A
Pembahasan: Audit yang rasional memprioritaskan kombinasi indikator risiko tinggi (akses administratif + aktivitas malam hari) karena ini paling konsisten dengan modus kebocoran terkoordinasi di luar jam kerja. Memulai dari sana memungkinkan penyelidikan aktif dengan bukti akses dan log waktu, kemudian menelusuri transfer media fisik dan cloud jika diperlukan. Pilihan lain (B, C, D, E) terlalu reaktif, invasif tanpa prosedur yang tepat, atau menunda tindakan. Pendekatan A menggabungkan efektivitas investigatif dan kehati-hatian prosedural.
Soal Nomor 15
Dalam sebuah kasus pelarian tahanan, seorang anggota POLRI menemukan bahwa rute pelarian hanya mungkin dilakukan melalui satu dari tiga jalur sungai.
Namun berdasarkan data hari sebelumnya, setiap kali air surut, jalur pertama memiliki kemungkinan besar digunakan karena arus lebih tenang. Sementara saat hujan deras, pelaku biasanya memilih jalur ketiga untuk menghilangkan jejak akibat kabut air. Pada hari kejadian, cuaca cerah tetapi permukaan air sedikit naik. Jalur mana yang secara logis paling mungkin dipilih pelaku?
A. Jalur pertama karena menjadi pilihan dengan arus paling stabil
B. Jalur kedua karena pelaku membutuhkan jalur yang tidak terlihat jelas
C. Jalur ketiga karena kabut air menutupi pandangan
D. Jalur kedua karena kondisi air sedang tidak menguntungkan jalur lain
E. Jalur pertama karena kondisi air tidak ekstrim dan tetap dapat dilalui
Jawaban: E
Pembahasan: Dalam analisis penalaran situasional, anggota POLRI harus menggabungkan pola kejadian sebelumnya dengan kondisi lapangan saat ini. Air sedikit naik namun tidak ekstrem menunjukkan karakteristik yang masih paling mendekati kondisi jalur pertama pada saat surut, yaitu relatif mudah dilalui dan minim risiko. Karena itu opsi E paling logis berdasarkan integrasi data pola kejadian.
Soal Nomor 16
Seorang casis menjalani tes Pauli. Pada 20 menit pertama, performanya stabil, namun pada menit 21–28 performanya menurun cukup drastis, lalu meningkat kembali pada menit berikutnya. Jika ini dianalisis oleh psikolog seleksi, apa interpretasi paling tepat terkait daya tahan mental?
A. Memiliki ketekunan jangka panjang yang sangat kuat
B. Memiliki ketahanan mental lemah sejak awal
C. Mudah menyerah ketika kondisi berubah
D. Memiliki kemampuan pemulihan performa meskipun mengalami kelelahan sementara
E. Tidak mampu mempertahankan kecepatan kerja dalam kondisi penuh tekanan
Jawaban: D
Pembahasan: Grafik performa yang turun lalu naik kembali menunjukkan bahwa peserta mengalami kelelahan sementara namun mampu melakukan pemulihan performa. Ini merupakan indikator kemampuan bounce-back, yang penting bagi anggota POLRI ketika menghadapi operasi panjang, pengamanan demo, atau situasi lain yang menuntut ketangguhan mental.
Soal Nomor 17
Dalam investigasi digital sebuah penipuan daring, penyidik POLRI mendapati empat pola transaksi yang mungkin mengarah pada pelaku.
Tiga pola menunjukkan kemiripan jenis rekening dan waktu transfer, sementara satu pola berbeda namun memiliki kesamaan nama pengirim dan alamat IP. Data mana yang paling kuat secara deduktif dijadikan titik awal pembuktian?
A. Pola yang memiliki alamat IP sama meskipun alur transaksi berbeda
B. Pola yang memiliki waktu transaksi tumpang tindih
C. Pola yang memiliki nominal transaksi paling besar
D. Pola yang sama alur pergerakan rekeningnya namun tanpa kesamaan identitas digital
E. Pola yang memiliki jumlah korban paling banyak
Jawaban: A
Pembahasan: Dalam kejahatan digital, identitas digital seperti IP jauh lebih sulit dimanipulasi dibanding pola transaksi yang dapat direkayasa. Menggunakan IP sebagai titik awal lebih valid secara pembuktian forensik, sehingga opsi A menjadi dasar logika investigasi yang paling kuat.
Soal Nomor 18
Dalam simulasi diskusi, lima casis berbeda pendapat terkait prioritas operasi pengamanan stadion. Seorang peserta mengajukan argumen bahwa dalam pengamanan massa besar, fokus utama bukan di pintu masuk, melainkan pada alur penyebaran massa karena risiko insiden biasanya muncul ketika orang sudah berada di dalam. Penalaran ini mendasarkan diri pada prinsip apa?
A. Tindakan preventif harus dilakukan sebelum massa mencapai area utama
B. Fokus pengamanan terletak pada penempatan alat scan dan metal detector
C. Kerumunan menjadi lebih terkendali saat proses memasuki area
D. Garis depan petugas harus ditempatkan jauh dari konsentrasi massa
E. Koordinasi harus dipusatkan pada komando lapangan
Jawaban: B
Pembahasan: Logika casis tersebut menekankan bahwa ancaman paling besar bukan pada pintu masuk, tetapi ketika massa sudah menyatu di dalam area. Ini sejalan dengan pemikiran bahwa kontrol keamanan penting dilakukan melalui sistem pemeriksaan awal yang mencegah ancaman masuk sejak awal, seperti pemeriksaan metal detector dan scanning. Karena itu opsi B adalah interpretasi yang paling tepat dalam konteks preventif teknis.
Soal Nomor 19
Ketika melakukan tes Wartegg, seorang peserta menggambar elemen garis menjadi objek yang menggambarkan gedung tinggi dengan struktur detail dan proporsi konsisten. Psikolog menilai bahwa ini menunjukkan kemampuan berpikir struktur yang kuat. Dalam konteks tugas penyidikan POLRI, keunggulan ini paling berkaitan dengan kemampuan apa?
A. Mengambil keputusan tanpa analisis panjang
B. Menyusun alur investigasi secara sistematis dan terencana
C. Menangani konflik interpersonal pada situasi lapangan
D. Meningkatkan empati terhadap korban kejahatan
E. Menjalankan perintah tanpa evaluasi pribadi
Jawaban: B
Pembahasan: Kemampuan menggambarkan objek terstruktur menunjukkan kecenderungan berpikir analitis, sistematis, dan rinci. Dalam penyidikan POLRI, kemampuan menyusun alur investigasi yang runtut mulai dari bukti awal, pemeriksaan saksi, hingga pembuktian sangat penting untuk mencapai hasil penyidikan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal Nomor 20
Seorang anggota lalu lintas harus menentukan titik penempatan personel saat terjadi kemacetan panjang akibat aktivitas pasar malam.
Dari hasil analisis, diketahui bahwa hambatan utama ada pada pertemuan antara jalan utama dan area parkir pasar, sementara volume kendaraan meningkat 60 persen dalam satu jam terakhir. Penempatan personel paling efektif untuk mengurangi kemacetan adalah?
A. Pada titik pertemuan jalan utama dan jalur parkir untuk memotong sumber hambatan langsung
B. Di tengah-tengah jalur pasar agar masyarakat merasakan kehadiran polisi
C. Di pintu keluar pasar agar arus menjadi lebih cepat
D. Di persimpangan terdekat meskipun bukan pusat hambatan
E. Di area jauh agar pengendara menyiapkan diri lebih awal
Jawaban: A
Pembahasan: Untuk menyelesaikan masalah lalu lintas, anggota POLRI harus mengidentifikasi titik bottleneck utama, yaitu lokasi yang menimbulkan hambatan terbesar. Dalam skenario ini, hambatan berada pada titik pertemuan jalur parkir dan jalan utama, sehingga penempatan personel di titik tersebut paling efektif mengendalikan arus kendaraan dan mengurangi kemacetan secara langsung.
Ingin Latihan Soal Psikologi Polri yang Lengkap dan Terbaru?

Menghadapi tes psikologi Polri bukan sekadar soal menjawab benar atau salah, tetapi tentang bagaimana calon anggota menunjukkan kualitas kepribadian, ketahanan mental, dan kesiapan moral dalam berbagai situasi. Lewat pemahaman kisi-kisi terbaru dan berlatih dengan soal-soal yang sesuai standar, Anda bisa meningkatkan peluang lolos seleksi dengan hasil optimal.
Lebih dari 100 contoh soal yang telah disajikan dalam artikel ini dirancang untuk merepresentasikan karakter asli dari tes psikologi Polri tahun 2025. Semakin sering Anda berlatih, semakin terasah juga insting dan kesiapan psikologis Anda dalam mengikuti ujian yang sesungguhnya. Dapatkan akses ke simulasi CAT Psikologi Polri interaktif, lengkap dengan skor otomatis, pembahasan, dan riwayat latihan hanya di Casis.or.id